PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Empat sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Pandeglang terkena proyek Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3, ruas Cileles-Panimbang sepanjang 33 kilometer.
Keempat SD yang terkena gusuran proyek strategis nasional yaitu SD Negeri Pasirkadu 1 di Kecamatan Sukaresmi, SDN Pasirsedang 2 di Kecamatan Picung, SDN Cijakan 2 di Kecamatan Bojong, dan SDN Cijakan 3 di Kecamatan Bojong.
Keempat SD tersebut sempat menjadi kendala dalam percepatan proyek Jalan Tol Serang-Panimbang karena berdiri di atas lahan Perhutani dan tanah wakaf.
Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kurnia Satriawan mengatakan, beberapa waktu lalu Bupati Pandeglang melakukan komunikasi dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pengadaan tanah untuk Jalan Tol Serang-Panimbang.
“Hasilnya dari PPK jalan tol mengungkapkan kendala-kendala yang belum selesai. Salah satunya yaitu permasalahan 4 lahan sekolah dasar,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis (18/8/2022).
Maka, dalam rangka percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Serang-Panimbang, PPK jalan tol bersama OPD terkait turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah yang masih menjadi kendala.
“Empat SD menjadi permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan bersama antara PPK dan pemerintah daerah. Karena memang untuk bangunannya milik Pemda tetapi lahannya itu milik Perhutani dan tanah Wakaf,” katanya.











