LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim cuaca ektrem seperti saat ini. Cuaca ekstrem rawan terjadi bencana yang mengancam keselamatan nyawa manusia. Apalagi sebagian besar wilayah di Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor.
“Sekarang ini sudah memasuki musim cuaca ektrem. Kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan tidak berteduh di bawah pohon besar saat cuaca terlihat mendung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Feby Rizky Pratama, Minggu (25/9).
Memasuki cuaca ekstrem biasanya ditandai dengan frekuensi tingginya badai hujan serta angin bertiup kencang. Dengan waktu kejadian tidak dapat diprediksi secara pasti.
“Untuk itu sebaiknya menghindari pohon besar dan papan reklame berukuran besar di kala hujan. Khawatir roboh, terus menimpa,” katanya.
Lantaran itu Feby meminta, kepada warga melakukan pemangkasan batang pohon besar yang condong ke arah bangunan rumah. Sebagai bentuk antisipasi agar terhindar dari bencana.
“Terus diimbau juga kepada para nelayan mewaspadai ombak tinggi. Sebaiknya tidak pergi melaut saat kondisi cuaca di laut tidak menentu,” katanya.
Dia menambahkan, selain pohon tumbang, bencana yang perlu diwaspadai ialah tanah longsor. Ancaman tanah longsor dan banjir tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Lebak.
“Titik paling sering di sepanjang jalan Cibeber dan Cilograng. Untuk melintasi jalan tersebut harus ekstra hati-hati,” ujarnya.
Sekda Lebak Budi Santoso menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada BPBD, camat dan relawan untuk stanby untuk mengantisipasi terjadinya dampak La Nina di penghujung akhir tahun 2022.
“Insya Allah untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana kita sudah siap. Kemarin pak Kapolres Lebak telah menyiagakan untuk kesiap siagaan kebencanaan,” kata mantan Kepala BKAD Lebak ini.(adv)

