LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Lebak salah satu sentra buah durian di Banten. Salah satu durian yang paling diburu adalah durian Baduy.
Tahun ini, musim durian di kawasan Baduy disebut lebih melimpah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Puncak musim mulai terasa sejak awal Agustus dan diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.
Selain menjadi sumber pendapatan bagi petani, melimpahnya durian turut menarik wisatawan untuk datang ke kawasan Baduy dan berburu buah lokal.
Harga durian lokal di lebak berpariatif mukai dari 100 ribu buah sampai Rp 150 ribu per buah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbidpar) Kabupaten Lebak Yosep Mohamad Holis mengatakan musim durian menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk datang ke Lebak.
Menurut Yosep, musim durian dapat diaglomerasi dengan wisata budaya Baduy sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati wisata adat, tetapi juga berburu durian lokal.
“Ya, musim panen durian ini menjadi satu daya tarik juga untuk wisatawan datang ke Lebak, diaglomerasi dengan wisata Budaya Baduy. Tentunya, ini menjadi saling melengkapi,” kata Yosep, Sabtu 29 Agustus 2026.
Selain Baduy, panen durian juga berlangsung serentak di sejumlah wilayah Lebak, seperti Sindangwangi Muncang dan Gunung Kencana. Kondisi tersebut, kata Yosep, berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus membuat mereka tinggal lebih lama di Lebak.
“Kami harapkan bukan hanya kunjungan, tapi lama tinggalnya juga menjadi lebih lama, sehingga menjadi sumber pendapatan bagi warga,” ujar mantan Kepala Bapperinda Lebak ini.
Ia mengatakan wisatawan yang datang ke Baduy mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek, terutama Jakarta dan Tangerang Raya.
“Bila ke Baduy dari bulan Agustus sampai Oktober itu pasti akan penuh karena bukan hanya daya tarik budaya Baduynya saja, tapi juga musim duriannya. Katanya, durian Baduy itu berbeda sengan dutian lokal lainnya,” katanya.
Editor: Abdul Rozak












