RADARBANTEN.CO.ID – Radar Banten kembali meluncurkan program menarik bagi para pembaca setianya. Usai menggratiskan ePaper Radar Banten periode Agustus-September, kali ini pelanggan mempunyai kesempatan mendapat hadiah logam mulia tanpa diundi.
Program ini mulai berlaku per 1 Oktober sampai 31 Desember 2022. Kesempatan hadiah ini diberikan kepada setiap pelanggan ePaper Radar Banten yang berlangganan empat bulan sekaligus.
Direktur Radar Banten Group Mashudi menuturkan, hadiah logam mulia ini akan diberikan langsung tanpa undian. Pelanggan cukup memilih paket langganan yang tersedia pada aplikasi e-paper saat melakukan registrasi. “Hadiah akan diberikan langsung tanpa diundi,” tutur Mashudi, Kamis (29/9).
Dikatakan Mashudi, program ini sengaja diluncurkan agar masyarakat makin termotivasi untuk membaca koran dalam bentuk digital. “Logam mulia diberikan sebagai tanda terima kasih dan apresiasi untuk pembaca yang berlangganan langsung selama empat bulan,” katanya.

Dia berharap langkah ini akan semakin banyak pembaca usia muda dapat mengakses informasi yang disajikan Radar Banten dalam bentuk digital.
“Berlangganan ePaper Radar Banten banyak lebihnya. Selain mendapatkan informasi yang jauh lebih banyak dari koran edisi cetak, juga dapat hadiah langsung,” terangnya.
Bagi yang tidak mau berlangganan sekaligus empat bulan, kata Mashudi, Radar Banten juga menyediakan pilihan membaca harian, mingguan dan bulanan dengan mengakses mengakses laman epaper.radarbanten.co.id untuk melakukan registrasi. “Tinggal dipilih paketnya,” katanya.
Sementara itu, Pemred Radar Banten Delfion Saputra mengatakan, kehadiran koran digital Radar Banten untuk menjawab perubahan perilaku pembaca. “Ini menjawab tantangan perubahan perilaku dari membaca paper ke digital,” terangnya.
Kata Delfion, informasi yang disajikan oleh koran digital Radar Banten tetap memegang prinsip cover both sides dan menghadirkan narasumber yang beragam. “Aplikasi ePaper Radar Banten ini makin mengukuhkan Radar Banten sebagai media terdepan dan terbesar di Banten,” katanya. (fdr/nda)











