RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus Besar (PB) Center di Kecamatan Tunjungteja mulai berkiprah di ajang olahraga Badminton. Gebrakan yang dilakukan komunitas ini dengan menggelar open turnamen atau turnamen terbuka untuk semua kalangan, mulai dari atlet amatir hingga atlet daerah.
Selain menggelar turnamen, komunitas tepok bulu ini juga rutin melakukan pertandingan persahabatan ke beberapa PB di Kabupaten Serang, mulai dari Kecamatan Petir, Jawilan, Cikande, hingga ke wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Pertandingan resmi atau turnamen dan pertandingan persahabatan yang dilakukan merupakan salah satu upaya mengenalkan wilayah para pemain, juga sebagai ajang silaturahmi antara sesama pemain badminton di semua wilayah.
Berbekal kesamaan satu hobi, para pengurus PB Center terus berupaya agar permainan olahraga tersebut bisa ikut digemari oleh para pemuda setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Hal itu dilakukan karena kebanyakan para pemuda di Kecamatan Tunjungteja lebih menggemari permainan sepak bola dan bola volly dibandingkan Badminton, karena olahraga tepok bulu merupakan jenis olahraga yang membutuhkan biaya besar.
Penasehat PB Center Iman mengatakan, keberhasilan yang dilakukan komunitasnya yakni berhasil menggelar open turnamen kambing cup beberapa waktu lalu. Dalam lomba itu, bukan hanya peserta atlet amatiran yang ikut, tetapi atlet tingkat daerah dan provinsi juga ikut memeriahkan.
Keberhasilan itu, tentunya menjadi bonus tersendiri, karena dengan perlombaan yang sederhana, namun banyak diminati oleh masyarakat dari luar. Bahkan, bukan hanya dari Serang, melainkan dari wilayah lain di Banten ikut terlibat.
“Iya banyak, ada 96 pesaing atau 16 tim yang ikut daftar. Bagi perlombaan tingkat desa, itu sudah terbilang mewah dan besar, karena yang datang bukan cuman pemain biasa, tetapi atlet dari Porda Lebak dan Porda Serang juga ada,” katanya.
Iman menceritakan, anggaran yang digunakan untuk perlombaan tersebut sepenuhnya dari biaya pendaftaran, tanpa melibatkan sponsor atau dari Pemerintahan Desa dan Kecamatan. Meski demikian, dana yang terkumpul dapat digunakan dengan baik dan peserta lomba juga tidak kecewa. “Semuanya berjalan lancar dan enggak ada masalah, peserta juga puas dengan hadiahnya,” katanya.
Ketua PB Center Asep Sugiar mengatakan, banyak manfaat yang didapatkan dari melakoni pertandingan persahabatan dan turnamen. Di antaranya, menambah kenalan baru serta mendapatkan teman bermain lain disamping dengan anggota komunitas. “Jadi kita kalau mau sparingan nggak susah, karena banyak teman untuk main,” tukasnya.(dib)










