KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Ajang seni tahunan MR.D.I.Y. Indonesia kembali hadir melalui MR.D.I.Y. Art Competition 2026. Kompetisi ini resmi membuka pendaftaran bagi peserta dari seluruh Indonesia mulai 1 April hingga 30 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mampu menarik ribuan seniman Tanah Air. Bahkan mengantarkan karya Indonesia meraih kemenangan di tingkat Asia Tenggara.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah menyampaikan, ajang ini bukan sekadar kompetisi. Tapi juga bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung perkembangan seni dan kreativitas masyarakat.
Menurutnya, MR.D.I.Y. ingin membuka ruang bagi para seniman untuk mengekspresikan ide sekaligus memperkenalkan karya mereka ke tingkat internasional. “Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari dampak positif yang diberikan kepada masyarakat. Melalui kompetisi ini, kami ingin menghadirkan peluang bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis, 30 April 2026.
Mengusung tema “Strength and Resilience”, kompetisi tahun ini mengajak peserta mengeksplorasi semangat bertahan dan beradaptasi dalam keberagaman budaya dan lingkungan. Tema tersebut bertujuan untuk melahirkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kedalaman makna.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 akan berlangsung dalam dua tahap, yakni tingkat nasional dan regional. Indonesia bahkan dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi regional yang akan mempertemukan para pemenang dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Jadwal pengumuman pemenang tingkat nasional yakni pada 12 Agustus 2026. Kompetisi ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia. Ada tiga kategori dalam kompetisi ini, yakni profesional, umum, serta pelajar dan mahasiswa. Pemenang dari kategori umum dan pelajar/mahasiswa akan melaju ke tingkat regional.
Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Total hadiah bagi pemenang mencapai Rp370 juta. Untuk kategori profesional, tersedia Grand Prize sebesar Rp125 juta.
Sementara kategori umum menyediakan hadiah hingga Rp85 juta untuk Grand Prize, serta penghargaan lainnya. Adapun kategori pelajar dan mahasiswa menawarkan hadiah hingga Rp30 juta untuk pemenang utama.
Penilaian karya berdasarkan pada kreativitas, orisinalitas, kesesuaian tema, kualitas artistik, serta pesan. Proses kurasi melibatkan para juri profesional seperti R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta Edwin Cheah.
Pendiri IndoArtNow, Tom Tandio menambahkan, capaian seniman Indonesia di tingkat regional tahun sebelumnya menjadi bukti kuat potensi seni Tanah Air. Ia berharap kompetisi ini terus menjadi platform penting untuk mendorong eksposur seniman Indonesia di kancah global.
Sementara itu, Pemenang Grand Prize kategori pelajar pada kompetisi regional 2025, Diandra Lamees mengaku ajang ini membuka banyak peluang bagi perjalanan kariernya sebagai seniman muda. “Kompetisi ini memberi ruang untuk bereksplorasi dan memperkenalkan karya saya ke audiens yang lebih luas,” ujarnya.
Editor : Rostinah











