SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 69.817 hewan kurban diprediksi akan memasuki wilayah Provinsi Banten pada Raya Idul Adha 1445 Hijriyah. Jumlah itu merupakan taksiran yang diprediksi oleh
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Provinsi Banten.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan Provinsi Banten, Ari Mardiana mengatakan, jumlah itu merupakan kalkulasi dari jumlah hewan kurban yang masuk pada tahun 2023 lalu.
Pada tahun 2023 lalu, ada 63.470 ekor hewan kurban yang masuk wilayah Banten. Jumlah itu terdiri dari sapi sebanyak 15.212, kerbau 922, kambing 32.531 domba 14.805 ekor.
“Prediksi kita tahun ini akan mengalami kenaikan hewan kurban yang masuk dari luar Banten kiranya capai 10 persen,” katanya saat ditemui di kantornya, KP3B, Kota Serang, Jumat 17 Mei 2024.
Meski begitu, pihaknya akan menghitung lebih detail, terlebih kondisi inflasi saat ini yang masih cukup tinggi di Provinsi Banten, dan tentunya akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
“Tapi nanti kita akan ada pertemuan dengan seluruh Pemda, berkaitan dengan persiapan menghadapi hari raya qurban. Nanti disana kita hitung dengan cermat finalisasinya. Berapa kemungkinan besaran kenaikan yang akan terjadi di tahun ini,” ujarnya.
Dikatakannya, Distan Banten menjelang Idul Adha ini sudah mengeluarkan sebanyak 120 surat rekomendasi yang akan menyuplai hewan kurban masuk ke Banten.
“Setiap satu surat itu bervariasi, ada yang mengeluarkan 10 ataupun 100 ekor baik sapi maupun domba,” terangnya.
Ari menyebut hewan kurban yang masuk ke Provinsi Banten itu mayoritas berasal dari luar pulau Jawa. Misalnya sapi, itu 90 persen stoknya berasal dari NTT, NTB serta beberapa daerah di jawa Timur untuk jenis sapi-sapi PO, Limosin dan Simental. Sedangkan untuk domba dan kambing biasa dikirimkan dari Jawa barat seperti Garut, Ciamis dan Sukabumi.
“Adapun untuk produksi lokal, kebanyakan hanya pada hewan qurban Kerbau saja,” ungkapnya.
Menanggapi tingginya hewan kurban yang masuk ke wilayah Banten itu, Distan Banten akan melakukan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan hewan tersebut terhindar dari penyakit seperti PMK, LSD dan lainnya.
“Kita akan lakukan pemeriksaan hewan di Merak saat tiba di Banten. Mulai dari dokumen hingga kesehatannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, pengetatan pengawasan hewan ternak yang akan masuk ke Banten itu itu dilakukan untuk memastikan hewan-hewan qurban yang masuk ke Banten dalam kondisi ASUH atau Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
“Karena kalau hewan itu sehat berdasarkan hasil pantauan Keswan dan Kesmavet, maka masyarakat akan semakin tenang dalam membeli hewan qurban di lapak-lapak yang ada di Banten,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











