LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Hingga September 2024, realisasi investasi di Kabupaten Lebak telah mencapai Rp 1,287 Triliun dari dari target investasi sebesar Rp 1,402 Triliun.
Capaian tersebut tak lepas dari investor luar negeri yang ber investasi di kota Multatuli sebutan lain Kabupaten Lebak.
Singapura menjadi negara terbesar penyumbang terbesar Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Lebak dengan nilai investasi mencapai Rp 6 miliar, selanjutnya, Korea Selatan, Malaysia, Tiongkok dan Thailand.
“Ya, realisasi investasi PMA paling besar tahun ini tercatat berasal dari negara Singapura. Di bawahnya ada Korea Selatan, Malaysia, Tiongkok dan Thailand,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Lebak Yadi Basari Gunawan, Minggu 27 Oktober 2024.
Untuk top sektor realisasi investasi di Kabupaten Lebak pertama transportasi, gudang dan telekomunikasi (Realisasi investasi terbesar dari kegiatan usaha aktivitas jalan Tol PT. Wijaya Karya Serang
Panimbang), selanjutnya perumahan, kawasan industri dan perkantoran, dan ketiga perikanan.
“Penyerapan tenaga kerja sebesar 4.260, dengan jumlah perusahaan 288 dengan jumlah proyek 1.146 proyek,” ujarnya.
Dia menambahkan, banyak pemilik modal yang mau menginvestasikan modalnya di Kabupaten Lebak karena perizinan yang mudah dan tidak berbelit juga suasana kondusifitas juga mendukung untuk mereka menanamkan modalnya.
“Ya, mungkin banyak yang merealisasikan investasinya. Pada prinsipnya Pemkab Lebak membuka keran seluas-luasnya kepada siapapun yang ingin berinvestasi di Lebak dengan segala kemudahannya. Tapi, mereka tetap harus mematuhi aturan yang telah ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari menilai realisasi capaian target investasi sudah cukup baik. Dia optimis target itu bisa tercapai di akhir tahun 2024.
Dia mengatakan, seiring dengan capaian tersebut, Pemkab Lebak harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat dari setiap kegiatan usaha para investor yang masuk ke Lebak.
“Tentunya, aspek ekonomi masyarakat, aspek lingkungan wajib diperhatikan. Karena bagaimanapin kepentingan masyarakat luas harus diutamakan,” tukasnya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi










