KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Tren olahraga lari yang terus meningkat di Indonesia turut menjadikan BSD City sebagai salah satu destinasi favorit bagi komunitas pelari.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan kota mandiri ini konsisten menjadi tuan rumah berbagai ajang lari berskala lokal hingga nasional, sekaligus ruang berkumpul komunitas runners dari beragam latar belakang.
Pertumbuhan olahraga lari secara nasional tercatat meningkat signifikan. Data menunjukkan jumlah event lari di Indonesia melonjak tajam sejak 2021 hingga 2025, diiringi dengan peningkatan jumlah pelari aktif.
Kondisi tersebut memberi dampak positif bagi BSD City yang sejak awal dirancang sebagai kawasan ramah pejalan kaki dan mendukung gaya hidup aktif masyarakat urban.
Sebagai mega township, BSD City memiliki lingkungan hijau dengan pedestrian walkway yang lebar, jogging track terintegrasi, serta jalur sepeda yang saling terhubung. Fasilitas tersebut menjadikan kawasan ini ideal bagi pelari pemula hingga profesional.
Saat ini, lebih dari sepuluh jalur lari tersebar di wilayah BSD Barat dan BSD Timur, di antaranya Green Office Park ICE BSD City, Vanya Park, QBig, Mozia Loop, hingga Bukit Golf dan The Savia.
Chief of Corporate Sales & Marketing Sinar Mas Land Dian Asmahani menyampaikan bahwa BSD City tidak hanya dibangun sebagai kawasan hunian dan bisnis, tetapi juga sebagai kota modern yang mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
“Selama delapan tahun terakhir, BSD City secara konsisten mendukung berbagai kegiatan lari. Hingga November 2025, tercatat sebanyak tiga puluh satu event lari telah digelar dengan total peserta mencapai sekitar seratus dua puluh ribu pelari,” ujarnya Minggu 14 Desember 2025.
Menurutnya, jumlah tersebut meningkat hampir empat puluh persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Dian, setiap ajang lari tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial yang inklusif. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, profesional, keluarga, hingga komunitas penyandang disabilitas.
“Hal ini mencerminkan BSD City sebagai kota yang hidup dan terbuka bagi semua,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Founder Komunitas Lari Semangat Pagi, Hendra Thio. Ia menilai BSD City memiliki ekosistem lari yang lengkap dan ramah komunitas.
Variasi rute yang tersedia memungkinkan pelari mengatur pace sesuai kemampuan, mulai dari easy run hingga latihan kecepatan. Keberadaan titik kumpul strategis serta ruang komunal untuk pemulihan juga dinilai mendukung konsistensi budaya lari yang berkelanjutan.
“Hampir setiap pekan, BSD City menjadi lokasi penyelenggaraan event lari dengan jumlah peserta berkisar ratusan hingga puluhan ribu orang,” ujarnya.
Sejumlah ajang tahunan seperti BFI Run dan JCO Run bahkan telah memilih BSD City sebagai lokasi tetap selama bertahun-tahun.
Direktur IdeaRun Race Management Safrita Aryana menilai BSD City memiliki dinamika positif sebagai lokasi penyelenggaraan event lari.
Infrastruktur modern, akses yang mudah, serta dukungan manajemen kawasan yang responsif menjadi faktor utama yang membuat penyelenggara terus kembali menggelar ajang lari di kawasan tersebut.
Editpr Daru











