SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Kepedulian terhadap guru ditunjukkan oleh seorang wali murid Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi (YABICA) yang memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya.
Sejak tahun 2023, wali murid yang dikenal sebagai Hamba Allah tersebut secara konsisten memberangkatkan guru-guru YABICA untuk menunaikan ibadah umrah.
Hingga tahun 2026, tercatat tiga orang guru telah diberangkatkan ke Tanah Suci, dan satu guru lainnya dijadwalkan berangkat pada akhir Januari 2026.
Program ini berlangsung tanpa publikasi luas dan sepenuhnya dilandasi niat pribadi wali murid sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi guru.
Ketua Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi, Sali Assoba menyampaikan apresiasi atas kepedulian wali murid tersebut. Yayasan menegaskan bahwa program umrah ini bukan bagian dari kebijakan institusi, melainkan murni inisiatif pribadi wali murid.
Salim menyebutkan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi proses administratif dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan, tanpa campur tangan dalam penentuan maupun publikasi.
Salah satu guru penerima manfaat, Mutmainnah mengaku bersyukur atas kesempatan beribadah ke Tanah Suci yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Ini bukan sekadar hadiah, tetapi penguat iman dan motivasi bagi kami untuk terus mengabdi dan mendidik dengan lebih baik,” ungkapnya.
YABICA berharap kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa kepedulian terhadap guru dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, termasuk dukungan spiritual yang berdampak jangka panjang.
Editor: Abdul Rozak










