CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Antrean truk mengular hingga sekitar lima kilometer di kawasan Pelabuhan Merak pada Rabu malam, 4 Maret 2026. Kepadatan terjadi menjelang pemberlakuan pembatasan angkutan barang selama arus mudik Lebaran 2026.
Kendaraan yang mengantre didominasi truk logistik yang hendak menyeberang ke Sumatera. Kemacetan bahkan meluas hingga jalur menuju pelabuhan.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat di kawasan Cikuasa Atas. Pada malam hari, kepadatan semakin panjang hingga mencapai Cikuasa Bawah.
Sejumlah sopir truk mengaku harus mengantre selama berjam-jam sebelum bisa masuk ke area pelabuhan.
Salah satunya Yudi, sopir truk logistik yang hendak menyeberang ke Sumatera. Ia mengaku baru bisa keluar dari kawasan Cikuasa Atas setelah menunggu sekitar empat jam.
“Saya sudah beberapa jam terjebak macet di Cikuasa Atas. Sekarang saja belum bisa masuk, malah kena macet lagi di Cikuasa Bawah,” ujar Yudi.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Umar Imran Batubara, mengatakan antrean terjadi akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak.
“Beberapa kali dalam minggu ini terjadi antrean kendaraan. Memang sedang ada peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak, khususnya truk logistik,” ujar Umar, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurutnya, banyak pengusaha angkutan barang memilih menyeberang lebih awal untuk menghindari pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga selama periode mudik.
“Banyak yang memilih menyeberang sebelum arus mudik, khususnya sebelum pembatasan kendaraan diberlakukan,” katanya.
Akibat lonjakan tersebut, kemacetan terjadi di jalur menuju pelabuhan, terutama di kawasan Cikuasa Atas hingga Cikuasa Bawah.
Panjang antrean dilaporkan mencapai sekitar lima kilometer dan melibatkan truk logistik, bus, hingga kendaraan pribadi.
Umar menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mengurai kepadatan.
“Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan di daerah Cikuasa Atas, dan ini masih terus dilakukan untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.
Reporter: Adam Fadillah











