KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa PAN pernah menghadapi tekanan politik besar hingga banyak kader dan kepala daerah dari partainya tersandung kasus hukum.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PAN Provinsi Banten di Indoor Stadium Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurutnya, keputusan politik PAN saat itu membuat partai menghadapi berbagai tekanan.
“Dengan risiko kemarin banyak bupati masuk penjara, ada yang pindah karena macam-macam. Jauh-jauh kami dihabisi, tetapi kami tetap bertahan,” katanya.
Dalam pidatonya, Zulhas mengatakan PAN tetap konsisten mendukung Prabowo Subianto karena memiliki kesamaan cita-cita dan ideologi perjuangan.
“Kita sudah tiga kali bersama Pak Prabowo. Kenapa tiga kali? Karena kesamaan cita-cita dan ideologi perjuangan,” ujar Zulhas.
Meski menghadapi berbagai tantangan, ia menegaskan PAN tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Kita ingin tanah itu untuk rakyat. Tambang-tambang itu milik negara, dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” tegasnya.
Ia menilai kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya dikuasai segelintir pihak.
“Bukan milik satu dua orang, bukan milik orang yang nyolong-nyolong. Itu milik rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Zulhas juga menekankan bahwa keberpihakan kepada rakyat menjadi prinsip utama perjuangan PAN yang tidak bisa ditawar.
“Keberpihakan kepada rakyat itu tidak boleh ditawar-tawar. Itulah yang kita perjuangkan,” ujarnya.
Selain itu, Zulhas meminta seluruh kader PAN di daerah untuk mendukung kepala daerah agar program pembangunan berjalan maksimal.
“Tadi saya sudah minta bupati dan wakil dari PAN dukung Pak Gubernur. Harus sukses. Jangan sedikit-sedikit ganggu,” katanya.
Menurutnya, tugas kepala daerah tidak mudah sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan partai politik.
“Kalau diberi dukungan tentu akan lebih cepat berhasil,” tandasnya.
Editor: Mastur Huda











