PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani berlayar bersama dengan nelayan mengarungi perairan laut Selat Sunda dalam acara Ruwat Laut Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Ruwat Laut Carita merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan pesisir Pantai Carita, Pandeglang, sebagai wujud syukur atas rezeki hasil laut dan doa memohon keselamatan.
Perayaan ruwat laut yang berbarengan dengan HUT Carita ini menjadi simbol keharmonisan manusia dengan alam, nelayan, dan sang pencipta. Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, ruwat laut bukan hanya menjadi tradisi warisan secara turun-temurun, tetapi juga menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki melalui hasil laut.
“Acara ruwat laut berlangsung sangat meriah. Semua kalangan ikut berpartisipasi dan menikmati, sehingga tercipta rasa syukur, kebersamaan, dan keceriaan di tengah masyarakat Carita,” katanya, Minggu, 28 Juni 2026.
Dewi menjelaskan, penyelenggaraan tasyakuran laut juga memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat. Banyaknya pengunjung yang datang untuk menyaksikan rangkaian kegiatan membuat sektor usaha, khususnya UMKM dan pelaku wisata kawasan Carita, ikut bergeliat.
“Jika kita terus bersyukur, insyaAllah kekayaan laut akan semakin berlimpah. Tadi kami juga melihat para pelaku usaha mulai ramai karena banyaknya pengunjung yang hadir untuk menyaksikan berbagai kegiatan dalam memeriahkan Tasyakuran Laut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dewi mengucapkan, terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemprov Banten, Forkopimda, Forkopimcam, Anggota DPRD Pandeglang dan Owner Mutiara Carita yang luar biasa mendukung acara ruwat laut 2026.
“Ini adalah rangkaian yang panjang, di antaranya, yang pertama ada gowes, ada jalan santai, kemudian juga ada UMKM, yang luar biasa menumbuhkan semangat persatuan dan juga menumbuhkan perekonomian. Pada saat Ruwat laut ini dan ditutup dengan pelepasan tukik,” ujarnya.
Ruwat laut berlangsung sangat meriah. Kurang lebih 300 lebih perahu nelayan ikut serta dalam acara ruwat laut dan memperingati HUT Carita. “Ini bukan hanya merupakan tradisi tapi ini perlu dilestarikan bersama-sama. Karena ini menumbuhkan rasa semangat persatuan dan cinta melestarikan alam, insyaallah Alam menjaga kita,” katanya.
Owner Mutiara Carita Cottage, Boedi Mranata mengungkapkan, memang acara seperti ini relatif masih jarang. “Satu tahun sekali, tetapi kita ingin membuat semeriah mungkin bekerjasama dengan pemerintah daerah dan dengan masyarakat setempat. Tapi saya bersyukur Ibu Dewi (Bupati Pandeglang) dan jajarannya datang ke sini. Sehingga membuat pesta ini menjadi sesuatu yang lebih meriah,” katanya.
Meriahnya acara ini merupakan wujud saling mendukung satu sama lain. Lantaran adanya interaksi kolaborasi untuk bersama-sama memajukan sektor pariwisata. “Sehingga Carita atau setidak-tidaknya Pantai Selat Sunda ini menjadi lebih terkenal di dunia Internasional,” katanya
Editor : Rostinah











