SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak akhir. Titel yang paling diburu seluruh tim ini telah memasuki semifinal yang akan berlangsung 14-15 Juli 2026. Empat negara menjadi semi finalis, yaitu Prancis, Spanyol, Argentina, dan Inggris.
Prancis akan menghadapi Spayol dan Argentina menghadapi Inggris. Argentina mencoba meraih trofi keduanya setelah tahun 1966.
Selain perburuan gelar juara, gelar top skor alias pemain paling subur juga tak kalah ketat. Striker Prancis, Klyan Mbappe, dan mega bintang, Lionel Messi, bergantian menduduki puncak top skor.
Sementara ini, Mbappe memimpin perburan dengan delapan gol dan tiga assist. Mbappe dan Messi berpeluang menambah jumlah gol mereka di semifinal Piala Dunia 2026.
Mbappe berhak sebagai pemuncak sementara pencetak gol, karena unggul jumlah asist dari Messi yang juga mengoleksi delapan gol dan dua assist. Messi hanya kalah jumlah satu asist dari penyerang Real Madrid itu.
Dua penyerang Inggris, Harry Kane dan Belilingham, menguntit dengan enam gol.
Keduanya masih berpeluang menyalip Mbappe dan Messi, karena negaranya masih bertahan di kejuaran yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini.
Harry Kane yang pernah meraih Sepatu Emas edisi Piala Dunia 2018, berpeluang menambah pundi golnya kala negaranya bersua Argentina di semifinal yang berlangsung, Rabu, 15 Juli 2026.
Sementara, Erling Haaland dengan tujuh gol dipastikan tersisih dari perebutan sepatu emas karena Norwegia sudah tersisih di perempat final Piala Dunia 2026.
Kriteria Sepatu Emas
Penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 akan diberikan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak pada putaran final kompetisi.
Apabila dua atau lebih pemain mencetak jumlah gol yang sama, maka jumlah assist (sebagaimana ditentukan oleh anggota FIFA Technical Study Group) akan menjadi faktor penentu.
Jika dua atau lebih pemain masih tetap imbang setelah jumlah assist diperhitungkan, maka total menit bermain selama turnamen akan digunakan sebagai penentu, dengan pemain yang mencatatkan menit bermain lebih sedikit akan menempati peringkat lebih tinggi.
Editor: Agus Priwandono











