KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Keberhasilan usaha budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan mengelola proses produksi secara terencana. Hal tersebut menjadi bagian dari aktivitas Ari Suhendi, Ketua Kelompok Budidaya Perikanan Dewata Farm di Desa Serdang Wetan, Kabupaten Tangerang.
Dalam menjalankan usaha, Ari harus menghitung kebutuhan pakan, mengatur siklus budidaya, hingga menentukan waktu panen agar usaha kelompok dapat berkembang secara berkelanjutan.
Tantangan serupa dihadapi Linda Farida bersama anggota Kelompok Pengolahan Pangan Mekar Lestari. Selain menjaga kualitas produk, mereka perlu mengelola biaya produksi, mengatur pesanan, serta menyusun strategi pemasaran agar produk mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Meski bergerak di bidang usaha yang berbeda, Dewata Farm dan Mekar Lestari memiliki kebutuhan yang sama, yakni memperkuat kapasitas usaha agar dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Kondisi tersebut masih menjadi tantangan bagi banyak kelompok usaha desa di Indonesia. Produk berkualitas belum selalu diikuti pengelolaan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran yang memadai.
Akibatnya, sejumlah program pemberdayaan masyarakat terkadang berhenti pada pelatihan atau pemberian bantuan peralatan tanpa menghasilkan perubahan berkelanjutan dalam pengelolaan usaha.
Berangkat dari kondisi tersebut, Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Desa Serdang Wetan hadir untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui tiga aspek utama, yakni produksi, manajemen, dan pemasaran.
Dalam program tersebut, transformasi digital dikembangkan sebagai instrumen pendukung untuk memperkuat ketiga aspek tersebut, bukan sebagai tujuan akhir.
Pendampingan diawali dengan observasi, diskusi, dan pemetaan kondisi lapangan untuk memahami kebutuhan nyata masyarakat. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penguatan aspek produksi menjadi salah satu prioritas bagi Kelompok Budidaya Perikanan Dewata Farm.
Melalui workshop bersama pakar budidaya perikanan, anggota kelompok mendapatkan penguatan mengenai pengelolaan kolam, efisiensi pemberian pakan, pencatatan siklus budidaya, hingga strategi peningkatan produktivitas.
“Selama ini kami mengelola budidaya berdasarkan pengalaman. Pendampingan ini membuka cara pandang baru bahwa setiap proses, mulai dari pemberian pakan sampai panen, perlu dicatat agar kami bisa mengevaluasi dan mengambil keputusan dengan lebih baik,” ujar Ari Suhendi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari penerapan teknologi. Perubahan justru dibangun melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha, sementara teknologi berperan sebagai instrumen yang memperkuat proses tersebut.
Di sisi lain, Kelompok Pengolahan Pangan Mekar Lestari memperoleh pendampingan dalam pengelolaan usaha melalui penyusunan biaya produksi, pencatatan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran.
Workshop dan diskusi yang dilakukan menjadi ruang bagi anggota kelompok untuk meningkatkan kemampuan manajerial sekaligus menyusun solusi sesuai dengan kebutuhan usaha.
“Kami jadi lebih memahami pentingnya mencatat setiap biaya dan mengelola pesanan dengan lebih rapi. Selama ini kami fokus memproduksi, tetapi sekarang kami juga belajar bagaimana mengembangkan usaha agar bisa terus bertahan dan berkembang,” ujar Linda Farida, Ketua Kelompok Pengolahan Pangan Mekar Lestari.
Penguatan manajemen tersebut dilakukan seiring dengan upaya memperluas pemasaran. Masyarakat tidak hanya didorong menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam membangun identitas produk, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, serta menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.
Sebagai bagian dari proses pendampingan, tim UMN juga mengembangkan Aplikasi Dewata Farm dan Aplikasi Mekar Lestari berdasarkan hasil observasi, diskusi, serta evaluasi bersama mitra.
Pengembangan kedua aplikasi tersebut masih berlangsung dan terus disempurnakan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung pengelolaan usaha sehari-hari.
Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa
Pengalaman di Desa Serdang Wetan menunjukkan bahwa pembangunan kemandirian ekonomi desa membutuhkan proses yang bertahap dan berkelanjutan.
Penguatan produksi meningkatkan kemampuan teknis masyarakat. Sementara itu, penguatan manajemen dan keuangan mendorong pengelolaan usaha yang lebih tertata. Adapun penguatan pemasaran membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Teknologi kemudian berfungsi sebagai instrumen yang menghubungkan seluruh proses tersebut agar berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan ataupun kecanggihan teknologi yang diperkenalkan. Hal yang lebih penting adalah meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri.
Ketika aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi berkembang secara seimbang, desa memiliki fondasi yang semakin kuat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Program Pemberdayaan Desa Binaan UMN di Desa Serdang Wetan menjadi salah satu contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.
Meskipun perubahan tidak terjadi secara instan, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat serta mendorong pembangunan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Acknowledgment
Artikel ini merupakan salah satu luaran Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026 yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berdasarkan Kontrak Nomor 0698/LL3/DT.06.01/2026, serta memperoleh dukungan dana pendamping dari Universitas Multimedia Nusantara.
Program ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Melissa Indah Fianty, Sy. Yuliani Yakub, dan Wanda Gema Prasadio Akbar Hidayat dari Universitas Multimedia Nusantara, serta Kannisa Adjani dari Universitas Teknologi Bandung.
Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Revand Anrian Putra, Andika Syahfutra, Steve Yinda, dan Jovan Meilando dari Universitas Multimedia Nusantara.
Program bekerja sama dengan Kelompok Budidaya Perikanan Dewata Farm, Kelompok Pengolahan Pangan Mekar Lestari, dan Pemerintah Desa Serdang Wetan, Kabupaten Tangerang.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra, narasumber, mahasiswa, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi serta mendukung pelaksanaan program tersebut.
Editor: Mastur Huda

