SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sidak dilakukan di SDN 2 Kota Serang dan SMPN 3 Kota Serang pada Senin, 7 September 2026 hingga Selasa, 8 September 2026. PJJ diterapkan Pemerintah Provinsi Banten sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Sidak dilakukan pada pagi hari oleh Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri. Ia mendatangi SDN 2 Kota Serang dan SMPN 3 Kota Serang serta bertemu dengan sejumlah guru di sekolah tersebut.
“Kita ingin pastikan bahwa proses KBM daring atau PJJ ini berjalan efektif. Ternyata alhamdulillah di SDN 02 berjalan efektif, tadi telah dibuktikan dan disaksikan. Yang kedua, kita ingin memastikan bahwa ketika ada kebijakan PJJ, publik jangan berpersepsi bahwa ini libur,” kata Ahmad Nuri usai melakukan sidak di SMPN 3 Kota Serang, Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, PJJ merupakan bagian dari proses KBM yang harus tetap dijalankan meskipun pembelajaran dilakukan melalui perangkat digital.
Ia menilai kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi momentum bagi sekolah untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital.
“Ini proses belajar atau proses KBM daring. Terbukti efektif menggunakan digital ketika ada erupsi vulkanik di Anak Krakatau, tapi kita bisa beradaptasi dengan menggunakan PJJ, dengan menggunakan digitalisasi pembelajaran,” ujarnya.
Nuri menyebut pelaksanaan PJJ secara umum berlangsung sejak pagi hingga siang dan disesuaikan dengan mata pelajaran serta kebutuhan masing-masing rombongan belajar.
Ia meminta sekolah tidak hanya memberikan tugas kepada siswa, tetapi tetap memastikan adanya proses interaksi dan pembelajaran selama PJJ.
“Saya berharap dalam menggunakan digitalisasi itu mereka sesuai dengan mata pelajaran, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang ada di rombel masing-masing agar proses KBM berjalan dengan efektif,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala SMPN 3 Kota Serang Edi Ruspandi mengatakan sekolah memanfaatkan sejumlah platform digital untuk memastikan siswa tetap mengikuti pembelajaran selama PJJ.
Guru melakukan pembelajaran melalui Google Meet dan grup WhatsApp, serta memberikan penugasan kepada siswa. Kehadiran siswa juga dipantau dan nantinya direkap untuk melihat tingkat partisipasi selama PJJ.
“Kami selalu memantau. Di situ ada Google Meet, ada WA grup, ada tugas dan penugasan lainnya. Memang dipantau harus ada kehadiran di situ,” ujar Edi.
Ia mengakui masih terdapat kendala teknis dalam pelaksanaan PJJ. Namun, secara umum respons siswa dinilai cukup baik karena sebagian besar sudah terbiasa menggunakan perangkat digital.
“Alhamdulillah respons anak-anak sudah biasa, mungkin karena digital sudah biasa. Guru-guru juga semangat memberikan materi dan alhamdulillah kehadirannya banyak,” katanya.
Hal serupa dilakukan SDN 2 Kota Serang. Kepala SDN 2 Kota Serang Salmi mengatakan seluruh guru tetap hadir untuk menjalankan PJJ.
Pembelajaran dilakukan sejak pagi dan dilanjutkan dengan pembelajaran mata pelajaran.
“Guru masuk 100 persen. Pelaksanaan kita dari jam 7 sampai jam 9 dan dilanjut dengan guru yang mata pelajaran,” kata Salmi.
Reporter: Nurandi – Editor: Aas Arbi

