SERANG – Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, Premium, Pertalite dan Biosolar seusai Lebaran masih aman dan terkendali. Begitu pula dengan stok elpiji.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten Eko Palmadi, “Stok ketahanan BBM jenis Pertamax masih untuk cakupan 15 hari, Premium 12 hari, dan Pertalite 8 hari, dan Biosolar 14 hari ke depan. Selain BBM, ketahanan elpiji
semua ukuran juga masih tergolong aman. Jangan khawatirlah stok kita masih sekitar 9 jutaan. Masih tergolong sedikit yang digunakan jadi masih aman,” ungkapnya, Rabu (13/7).
Dugaan ada penimbunan elpiji, Eko menjelaskan bahwa kewenangan dinasnya tidak memiliki kewenangan mengenai hal itu. “Kita nggak bisa menindak segala bentuk penimbunan migas atau penyalagunaan migas, karena kewenangan sudah tidak ada pada kami. Kami hanya melaporkan saja kepada pihak yang berwajib yakni kepolisian. Kami hanya tampung laporan-laporan masyarakat di lapangan saja,” jelasnya.
Sebagai contoh tindakan penyimpangan yang sering dilaporkan oleh masyarakat yaki pembelian BBM secara berlebih menggunakan deriken ukuran besar untuk dijual eceran. “Kami sering dapati laporan pembelian BBM di pom bensin dengan menggunakan deriken. Kan kalau tidak memiliki kartu tidak boleh. Sama saja melayani pembelian ilegal,” katanya. (Wirda)









