SERANG – Karena terkendala pembebasan lahan, pembangunan pelabuhan ternak Bojonegara, Kabupaten Serang, terpaksa harus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Babar Suharso.
Awalnya, pada akhir tahun 2016 ini pembangunan pelabuhan ternak dengan nilai investasi sebesar 200 juta Dolar Amerika Serikat (USD) tersebut akan dilakukan. Namun karena persoalan lahan tersebut, pembangunan pun terpaksa ditunda.
“Bukan dibatalkan, tapi ditunda, kita pun belum tahu sampai kapan, karena kan pembangunan pelabuhan kewenangan Kementerian Perhubungan,” ujar Babar saat dikonfirmasi Radar Banten Online, Rabu (12/10).
Selain karena persoalan pembebasan lahan, pembangunan pelabuhan yang menggaet investor asal Australia, National Port Corporation Limited (NPCL), tertunda karena adanya sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi. Misalnya, infrastruktur penunjang pelabuhan. “Setiap daerah kan ada potensinya, kalau di Tangerang, mungkin bukan pelabuhan ternak, sementara yang sekiranya cocok di Bojonegara, tapi nanti kita lihat perkembangan selanjutnya dulu, yang pasti bukan dibatalkan, tapi ditunda,” papar Babar.
Sebelumnya pada Juni lalu, Pemprov Banten, PT Banten Global Development (BGD) dan Pelindo II melakukan pertemuan dengan pihak NPCL selaku investor asal Australia di Hotel Borobudur Jakarta, pertemuan tersebut membahas sejumlah hal tentang rencana kerjasama pembangunan pelabuhan ternak tersebut.
Pada kesempatan tersebut menurut Babar, Pemprov Banten, PT BGD, Pelindo II dan NPCL pun telah menyapakati, akhir November nanti akan ada pertemuan kembali yang rencananya akan disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dan ditargetkan akhir tahun ini proses pembangunan dimulai.
Namun karena adanya sejumlah persoalan, rencana pembangunan tersebut ditunda. Pelabuhan Bojonegara tersebut rencananya akan menjadi pelabuhan ternak khususnya sapi dan produk-produk agrobisnis. “Pelabuhan itu harus hidup, kalau sapi saja, saat sapi kosong, pelabuhan itu akan mati, produk kita yang dari laut bisa dikirim lewat sana, nah nanti BGD yang akan banyak berperan di situ,” ujarnya. (Bayu)









