SERANG – Warga Kampung Ulanica, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, memprotes pembangunan pabrik pengolahan aspal (asphalt mixing plant) di kawasan wisata Tembong Jaya, Kota Serang.
Muhamad Safii Maarif, seorang warga, mengungkapkan, belum ada sosialisasi dari perusahaan pengolahan aspal itu. Bahkan warga tidak mengetahui nama perusahaannya.
“Warga merasa hawatir dampak polusi debu dan terkena penyakit ISPA akibat polusi dari pabrik tersebut,” ujar Safii kepada wartawan di Kampung Ulanica, yang letaknya hanya beberapa meter dari lokasi pembangunan pabrik, Rabu (11/10).
“Saya menanyakan instansi terkait, apakah pabrik ini layak ada di tengah permukiman. Sebelum pabrik ini beroperasi kita menyampaikan kehawatiran. Warga ingin ada sosialisasi. Dengan adanya pabrik ini dampaknya gimana. Jika memang tidak ada dampak negatif, masyarakat menerima,” ungkapnya.
Sanan, Ketua RT 03/04 Kampung Ulanica, mengatakan, pihak perusahaan belum meminta izin kepada masyarakat, termasuk kepada dirinya.
“Dulu, 2013, pernah ada pabrik yang sama. Debu masuk ke permukiman warga. Warga hawatir itu terulang lagi. Kita gak mau menghalangi orang usaha. Tapi harus ada izin ke masyarakat,” ujarnya.
“Warga pernah datang ke rumah. Warga bilang takut seperti yang sudah-sudah, banyak polusi debu,” lanjutnya.
Salah satu pekerja pembangunan pabrik tersebut, Setiawan, mengaku tidak mengetahui nama perusahaan yang akan membangun pabrik pengolah aspal. “Saya mah cuma pekerja saja Mas, gak tahu soal administrasi,” ujarnya.
Menurut Setiawan, pabrik yang sedang dibangunnya merupakan pabrik pengolahan hotmix dan beton. Setiawan mengaku hanya bekerja sampai pabrik tersebut beroprasi. “Cuma kapan operasinya, saya gak tahu. Saya cuma kerja saja,” katanya. (Bayu)









