CILEGON – Peringati Hari Pahlawan, Kodim 0623 Cilegon mengumpulkan sejumlah tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, dan para akademisi pada forum silaturahmi pembinaan wilayah teritorial, Kamis (10/11), di makodim.
Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, silaturahmi ini untuk menyampaikan pesan dalam menangkal ancaman gerakan radikal yang dapat mengancam keamanan dan kedaulatan negara. “Kita jelaskan dan sampaikan ancaman yang merongrong negara kita. Di antaranya acaman teroris, narkoba, kemudian persaingan ekonomi global,” katanya.
Aulia menjelaskan, Kodim Cilegon bersama pihak kepolisian, Satpol PP, kecamatan dan kelurahan juga berkoordinasi dalam melakukan pengawasan terhadap para pendatang, khususnya tenaga kerja asing (TKA) di Kota Cilegon.
“Kami selalu berkoordinasi dalam melakukan pendataan kepada para pendatang di Kota Cilegon. Terhitung sudah 37 orang berkewarganegaraan Tiongkok yang dideportasi, karena tidak memiliki kelengkapan dokumen. Hal itu tidak akan terjadi tanpa adanya peran serta masyarakat dan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.
Sekjen Pengurus Besar Al-Khairiyah H Nawawi menyatakan siap bekerja sama dengan Kodim dalam menangkal paham-paham radikal di masyarakat dengan memberikan pemahaman kepada para tokoh tentang pentingnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Seperti dengan adanya kasus penistaan agama, lanjut dia, dapat menimbulkan gejolak di daerah, khususnya Kota Cilegon. Sebab itu perlu memberikan pengertian dan pemahaman tentang NKRI. (Riko)










