BPS : Soal Inflasi, Ada Kabar Baik dan Buruk

Rapat Koordinasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten
Rapat Koordinasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten

SERANG – Inflasi Provinsi Banten diketahui mengalami kenaikan di 2015. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, kenaikan inflasi terjadi sebesar 0,99 persen. Kenaikan tersebut dilihat dari naiknya harga barang dan jasa kebutuhan masyarakat Banten. Di mana pada November 2015, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,10 sedangkan pada Desember sebesar 129,37.

“Kita mempunyai kabar baik dan buruk. Kabar buruknya, tahun ini, inflasi di Banten kembali mengalami kenaikan. Sepertinya sudah menjadi langganan. Kabar baiknya, kenaikannya belum mencapai lima persen, hampir satu persen,” ujar Jahi Ibrohim, selaku Kabid Statistik Distribusi BPS Provinsi Banten, Senin (4/1/2016).

Jahi melanjutkan, inflasi terjadi karena naiknya semua indeks yang ada pada kelompok pengeluaran seperti kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Kelompok selanjutnya yang juga mengalami kenaikan di antaranya ; kelompok perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi, olahraga, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

“Berdasarkan pemantauan BPS terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil survey biaya hidup 2012 di Kota Serang, Tangerang, dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan, maupun bulanan, diketahui pada Desember 2015, sebanyak 227 komoditas mengalami perubahan harga dan hal tersebut yang menyebabkan inflasi,” ujarnya.

Jahi melanjutkan, komoditi yang dominan menyumbang inflasi yaitu bawang merah, cabe merah, telur dan daging ayam ras. “Untuk year on year, laju inflasi tercatat sebesar 4,29 persen,” pungkasnya. (Bayu)