Masyarakat tidak perlu khawatir karena material erupsi atau letusan Gunung Anak Krakatau, yang membahayakan jiwa tidak akan sampai kepada warga masyarakat Banten dan sekitarnya.
“Kalaupun sampai hanya abu vulkanik yang terbawa oleh, angin dan tergantung dari arah angin tersebut membawanya. Bagi masyarakat yang ke luar rumah diharapkan untuk memakai masker menghindari adanya paparan abu vulkanik karena sangat berbahaya bagi pernafasan manusia,” katanya.
Pada saat ini, masih terdengar suara gemuruh Anak Krakatau, dengan intensitas lemah dari Pos Pantau. Hal itu adalah hal yang wajar ketika Gunung Anak Krakatau sedang megalami Erupsi atau meletus.
“Ini merupakan karakter asli dari Gunung Anak Krakatau, masyarakat tetap tenang , tetap berkaktivitas seperti biasa,” katanya.
Serta tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak benar tentang Gunung Anak Krakatau. Diharapkan agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah setempat.
“Untuk informasi Gunung Anak Krakatau bisa diperoleh dari WA group, aplikasi magma yang dapat di download di play store ataupun magma live bisa membuka atau melihat live streamingnya di Indonesia vulkano monitoring,” katanya.
Pada saat ini status Gunung Anak Krakatau berada di level 2, atau waspada.
“Dan rekomendasi kepada masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekati Gunung Anak Krakatau pada radius 2 kilometer dari kawahnya,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Ahmad Lutfi











