PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Farhan mengidap tumor ganas. Balita berusia 3 tahun 11 bulan ini membutuhkan bantuan mendesak untuk biaya pengobatannya.
Farhan merupakan anak kedua dari pasangan Udin (30) dan Kurniawati (28) warga Kampung Simpang, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
Tumor menyerang Farhan pertama kali tumbuh pada bagian perutnya saat usia 1,5 tahun. Kemudian, saat berusia 2 tahun, orang tuanya menemukan benjolan pada mata dan telinganya.
Memasuki bulan Desember 2025, benjolan pada bagian telinga Farhan tambah membesar dan terus membesar.
Memasuki bulan Maret 2026, ukuran tumornya sudah hampir sama besar dengan ukuran kepalanya.
“Waktu tumbuh bagian perut, awal diagnosa itu dari Rumah Sakit Alinda. Katanya tumor terus rujuk ke RSUD Banten,” kata Kurniawati, Minggu, 29 Maret 2026.
Setelah sampai di RSUD Banten, Farhan menjalani perawatan pertama. Hanya saja tidak ada tindak lanjut melakukan operasi.
“Akhirnya pulang dan membawa hasil uji laboratorium. Terus dirawat di kampung aja,” katanya.
Kurniawati menerangkan, anaknya diketahui menderita tumor karena dari gejala penyakit panas. Sering panas jadi langsung dilakukan pemeriksaan ternyata tumbuh tumor.
“Dari tadinya tumbuh satu sekarang menjadi tiga. Namun untuk pertumbuhannya dapat dibilang lambat karena memang tidak sampai membesar hanya saja terasa keras kalau perutnya dipegang,” katanya.
Waktu ketahuan tumor pada bagian perut sempat berobat jalan itu bolak- balik juga ke RSUD Banten. Namun karena kondisi ekonomi, jadi akhirnya pulang dan berobat kampung.
“Tumor pada perut saat itu sempat mengecil tapi karena Nak Farhan suka telor sehari habis lima butir malahan pada usia dua tahun ketemu benjolan pada mata dan atas telinga kayak ke jedot,” katanya.
Benjolannya terus membesar dan tambah membesar. Makin membesar itu semenjak bulan Desember 2025. Hingga sekarang terus membesar.
“Benjolannya makin membasar terus dibawa ke RSUD Labuan ditolak, gak ada doktenya. Akhirnya ke Serang, RSUD Banten sampai lima hari, lima malam pulang, terus kontrol lagi ke Serang katanya harus rujuk ke Tangerang,” katanya.
Terus rujuk lagi ke Tangerang. Setibanya Rumah Sakit Tangerang di rawat tiga malam.
“Terus disuruh pulang lagi. Katanya ini harus operasi di Rumah Sakit Dharmais, bilangnya itu harus operasinya di Dharmais. Katanya harus operasi sana terus saya datang ke Dharmais, harus ctcsan ulang jadi harus bolak-balik, jadi gimana lagi gitu yang berat itu biaya operasional bolak balik dan menunggu,” katanya.
Kepala Dusun Kampung Simpang, Beno berharap, pihak dinas terkait dapat membantu segera merujuk Farhan untuk operasi ke Rumah Sakit Dharmais.
“Bantuan dibutuhkan karena memang orang tua Farhan mengalami kendala dari biaya. Kalau biaya rumah sakit pakai BPJS Kesehatan tapi untuk operasional mengalami kesulitan karena profesinya nelayan yang tidak pendapatannya kadang dapat kadang enggak,” katanya.
Editor: Agus Priwandono

