Sensus Penduduk 2020 Berbasis Online

SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan Sensus Penduduk (SP) 2020 berbasis online. Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali ini untuk kali pertama dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.


Hal itu terungkap dalam kegiatan sensus penduduk 2020 yang dirangkaikan dengan seminar tentang Hari Statistik Nasional 2019 yang digelar BPS Provinsi Banten di Hotel Ledian, Kota Serang, Rabu (9/10).


Menurut Kabid Statistik Sosial BPS Provinsi Banten Tutty Amalia, sensus penduduk 2020 merupakan sensus kependudukan yang ketujuh yang diselenggarakan oleh BPS setelah sebelumnya pada 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

“Sejak 1961 hingga 2010, sensus dikakukan secara konvensional. Petugas sensus mendatangi setiap rumah penduduk. Sensus 2020 tidak begitu lagi, karena berbasis online,” kata Tutty saat menyampaikan persiapan sensus penduduk 2020 di Provinsi Banten.

Pada Sensus Penduduk 2010, lanjut Tutty, populasi Indonesia secara de facto tercatat sebanyak 237 juta. Sementara saat ini jumlah penduduk sudah lebih dari 250 juta.

“Sensus 2020 akan dilaksanakan mulai Februari tahun depan. Bila warga belum mengisi kuesioner secara online pada Juli 2020, petugas kemudian akan mendatangi rumahnya,” tuturnya.


Ia melanjutkan, sensus ini dibagi dua tahap yakni pada 2020 seluruh penduduk Indonesia sekira 267 juta jiwa disurvei dengan 19 pertanyaan. Di antaranya soal pekerjaan dan tempat tinggal saat ini. Selanjutnya pada 2021, BPS akan mengambil sampel dari survei 2020. Mereka yang disurvei pada 2021 akan diberi 82 pertanyaan, sehingga punya data detail. Di antaranya terkait migrasi penduduk hingga fertilitas (jumlah kelahiran hidup). “Dari sensus ini banyak kebijakan yang dibuat bisa tepat sasaran. Kita bisa bikin proyeksi penduduk, kita bicara bonus demografi, hasil fertilitas,” paparnya.


Terkait basis data survei penduduk 2020, BPS menggunakan data kependudukan dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Petugas BPS berperan memperbaharui data kependudukan lewat survei ini dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK).

“Ini salah satu cara menuju satu data kependudukan Indonedia. Jadi kita nanti punya data jumlah penduduk secara de facto (berdasar survei) dan de jure (berdasar NIK),” jelas Tutty.


Terkait persiapan sensus di Banten, Tutty mengaku BPS Banten akan terus melakukan sosialisasi sensus penduduk 2020 di delapan kabupaten/kota. “Mulai saat ini kita sosialisasi dulu hingga Januari 2019, sehingga masyarakat Banten bisa langsung melakukan registrasi melalui web sensus.bps.go.id,” pungkasnya. (Deni S)