• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Uncategorized

Usaha Gerabah dari Bumi Jaya Hingga ke Festival Teater di Polandia

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 1 Februari 2014 17:54
in Uncategorized
Usaha Gerabah dari Bumi Jaya Hingga ke Festival Teater di Polandia

RelatedPosts

Tak Hanya RTLH, Pemprov Banten Bangun Infrastruktur Permukiman Warga

Jumat, 25 September 2026 13:34
APBD Perubahan Kota Serang 2026

Pemkot Serang dan DPRD Sepakati APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Minggu, 20 September 2026 13:18
Pria tewas di mal Serang

Diduga Terpengaruh Alkohol, Pria 26 Tahun Tewas Jatuh dari Mal di Kota Serang

Rabu, 16 September 2026 10:47
Persib Latihan di Korea Selatan, Bersiap Hadapi Seoul FC di AFC ACL Two

Persib Latihan di Korea Selatan, Bersiap Hadapi Seoul FC di AFC ACL Two

Selasa, 15 September 2026 07:37

SERANG – Suhu di depan tunggku pembakaran masih terasa panas di kulit wajah. Pembakaran gerabah berbagai ukuran baru saja selesai, tapi panasnya masih terasa.

Tujuh jam gerabah harus dibakar dalam suhu panas ribuan derajat celsius. Panas
api di tungku pembakaran harus merata supaya tanah gerabah matang sempurna hingga merah menyala.

Usai pembakaran dengan kesabaran yang juga harus sempurna, gerabah beragam ukuran yang sudah matang siap dikeluarkan dari tungku pembakaran. Tangan Maryono, perajin gerabah siap mengeluarkan gerabah dari tungku pembakaran yang masih menyisakan panas.

Titik-titik keringat mulai merembes menembus kaos tipisnya yang
lusuh. Meryono harus segera mengepak gaerabah berbentuk mangkuk ukuran kecil yang sudah dipesan oleh pengusaha emas di Cikotok.

Maryono, merupakan generasi ketiga pengusaha gerabah di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Tiga saudaranya yang lain meninggalkan usaha ini karena harus bekerja di pabrik di kawasan Serang Timur.

“Saya melanjutkan usaha Ibu. Adik-adik saya tidak ada yang mau melanjutkan.
Mereka memilih bekerja di pabrik,” ujarnya kepada radarbanten.com, Sabtu (1/2/2014).

Di depan tungku pembakaran yang berusia 13 tahun, ia bersama keluarga menggantungkan hidup sebagai perajin gerabah. “Ibu (Maryamah-red) sudah tidak kuat. Jadi saya yang melanjutkan,” ungkapnya lirih.

Untuk mendapatkan tanah bahan gerabah yang baik, Maryono mengaku harus membeli kepada warga. Tanah yang dibawa menggunakan beronjong
(tempat menyimpan tanah) dihargai Rp40 ribu.

“Kita harus beli tanahnya. Kita olah sendiri. Tanah di sini sudah terbukti kuat untuk gerabah,” katanya.

Ia harus segera mengepak sekitar 8.000 mangkuk gerabah yang dipesan oleh pengusaha emas di Cikotok. “Ada pesanan harus segera dikirim sebelum hujan turun,” katanya.

Maryono mengatakan bahwa kualitas tanah Bumi Jaya sudah terbukti bagus dibanding tanah dari daerah lain. “Selain menjual gerabah jadi, warga sini menjual tanah mentah sampai ke Bali dan Yogyakarta. Mereka menggunakan tanah dari sini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penjualan gerabah yang ia lakoni merupakan warisan turun temurun dari neneknya. “Kalau saya tidak melanjutkan usaha ini akan mati,” ujarnya

Maryamah, ibunda, Maryono, sudah tidak segesit dulu. Seiring bertambahnya usia, ibunya hanya mengawasi pekerjaan anaknya tersebut.

Dari Bumi Jaya Sampai ke Polandia

Usaha gerabah ini ternyata bukan sekadar menarik dari segi ekonomi. Kreatifitas perajin gerabah yang dilakoni Maryono dan Maryamah ternyata menyedot perhatian seorang sutradara
Teater Studio Indonesia, almarhum Nandang Aradea.

Nandang Aradea melihat gerabah sebagai simbol perlawanan petani terhadap keadaan manusia modern yang semakin berjarak dari tanah. Maka dengan pertunjukan “Perempuan Gerabah” pada 2011 pada festival teater di Gdsank, Polandia, Nandang Aradea membawa Ibu Maryamah dalam pertunjukannya di sana.

Ibu Maryamah dan semua pengrajin gerabah mendapat tempat yang layak diapresiasi
hingga mata penonton teater di seluruh dunia. Kerja kreatif mengolah tanah, seperti ini menjadikan manusia semakin dekat dengan asal muasal penciptaannya, yakni tanah. (Wahyudin)
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pendaftar SNMPTN Diprediksi Capai 900 Ribu Siswa

Next Post

Honorer K2 yang Lulus CPNS Sebanyak 181.537 Orang

Next Post
Honorer K2 yang Lulus CPNS Sebanyak 181.537 Orang

Honorer K2 yang Lulus CPNS Sebanyak 181.537 Orang

Deden Syukron wafat

Tokoh Kabupaten Tangerang Deden Syukron Tutup Usia

Rabu, 23 September 2026 14:26
Kunjungan Komisi III DPR RI

Komisi III DPR RI Kunjungi Polda Banten, Kapolda Paparkan Penguatan Penegakan Hukum

Kamis, 24 September 2026 15:38
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Tak Hanya RTLH, Pemprov Banten Bangun Infrastruktur Permukiman Warga

by Haidaroh
Jumat, 25 September 2026 13:34
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten tidak hanya memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), tetapi juga membangun infrastruktur pendukung di...

Tim Tabur Kejati Banten Tangkap Buron Kasus Penipuan di Tegal

Tim Tabur Kejati Banten Tangkap Buron Kasus Penipuan di Tegal

by Fahmi
Jumat, 25 September 2026 13:30
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mengamankan seorang terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.