SERANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang menyatakan saat ini cuaca di Banten masuk pancaroba. Masyarakat diminta tidak menggunakan telepon selular (ponsel) untuk menelepon untuk menghindari sambaran petir.
“Pada masa ini biasanya akan terjadi cuaca ekstrem, salah satu tandanya adalah adanya petir yang merusak,” ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang, Tri Tjahjo, Rabu (30/3/2016).
Tri menjelaskan, dalam kondisi saat ini, pihaknya meminta masyarakat agar berhati-hati saat ada petir besar dan tidak menelepon untuk menghindari sambaran petir.
“Telepon seluler memiliki kelistrikan udara dan memungkinkan tersalur dengan petir. Karena itu, bila sedang ada petir menggelegar yang jaraknya dekat, masyarakat hendaknya tidak menelepon untuk menghindari adanya sambaran petir ke handphone. Tapi kalau petirnya jauh ya tidak apa-apa,” katanya.
Tri menambahkan, petir biasanya suka menyambar pada sesuatu yang tinggi dan runcing. Di padang yang lapang atau sawah, manusia yang berdiri di lokasi tersebut bisa saja dideteksi sebagai sesuatu yang tinggi tadi, sehingga kasus orang tersambar petir bisanya terjadi di lokasi yang lapang.
“Ciri-ciri masa pancaroba atau peralihan musim adalah adanya hujan lebat dalam waktu singkat, petir yang merusak, dan angin puting beliung. Masyarakat harus waspada karena cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” katanya.
Lebih lanjut, kondisi ekstrem ini terjadi lantaran atmosfer dalam kondisi tidak stabil, dan pancaroba diprediksi akan berlangsung mulai akhir Maret sampai Mei. (Fauzan Dardiri)

