CILEGON – Pemkot Cilegon terus-menerus memborong kendaraan dinas untuk para pejabat. Setelah para kepala dinas dan DPRD, kali ini giliran para lurah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 43 lurah se-Kota Cilegon bakal mendapatkan mobil dinas yang diadakan secara bertahap.
Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Setda Kota Cilegon M Jaiz membenarkan rencana pembelian mobil lurah tersebut. Pihaknya siap mengalokasikan anggaran hingga Rp8,6 miliar pada APBD Perubahan 2016. “Tentu tidak sekaligus pengadaannya. Tetapi di anggaran perubahan kita alokasikan untuk tahap pertama sebesar Rp8,6 miliar,” katanya, Jumat (22/4/2016), seperti dilansir Harian Radar Banten.
Semula, kata Jaiz, Pemkot akan membelikan mobil Nissan Grand Livina. Tetapi karena ini untuk mobil operasional, pihaknya menggantinya dengan Suzuki Ertiga. “Grand Livina itu kan untuk eselon III dan melekat pada jabatan. Akhirnya mobil operasional kelurahan ini yang akan kita berikan Suzuki Ertiga dengan kapasitas 1.400 cc,” jelas Jaiz.
Untuk sementara, kata Jaiz, mobil operasional akan diprioritaskan untuk kelurahan yang mendapatkan raihan pajak bumi dan bangunan (PBB) terbaik. “Kalau memang PBB-nya kurang bagus, ya paling belakangan. Ini dilakukan agar kelurahan mempunyai tantangan untuk mendapatkan mobil ini. Persyaratan seperti ini yang memberikan saran adalah Kabag Pemerintahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Kota Cilegon Imam Adi Pribadi belum bisa berkomentar terkait rencana pembelian mobil operasional kelurahan. “Itu yang ngurus Bagian Perlengkapan dan Aset. Kalau kami sifatnya hanya pembinaan saja terhadap para lurah,” katanya.
Kasubag Kecamatan dan Kelurahan Bagian Pemerintahan Ucu Suherman malah mengaku belum mengetahui secara detail rencana pengadaan mobil tersebut. “Kita memang sudah mengajukan. Tapi hasilnya kita belum tahu pasti apakah disetujui atau tidak,” terang Ucu.
Ucu sependapat bila pengadaan mobil akan dilakukan secara bertahap. “Kelurahan yang akan mendapatkan mobil operasional ini adalah kelurahan yang mempunyai laporan PBB yang terbaik atau menjadi kelurahan terbaik pada ajang lomba kelurahan,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Lurah Kebon Sari, Kecamatan Citangkil, Entik Atiqoh, mengaku sangat bersyukur dengan direalisasikannya pengadaan mobil operasional untuk kelurahan. “Saya sih bersyukur saja. Ini kan untuk meningkatkan pelayanan publik. Jadi alhamdulillah kalau sudah terealisasi,” katanya.
Namun, ia amat menyayangkan bila mobil itu diprioritaskan untuk kelurahan berdasarkan PBB terbaik. “Ya semestinya tidak seperti itu. Lamanya masa jabatan juga seharusnya menjadi bahan pertimbangan untuk diprioritaskan mendapatkan mobil operasional. Tapi, ya saya serahkan saja kepada Pemkot bagaimana baiknya,” ujarnya.
Lurah Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Ade Risky Kurniawan juga menerima dengan senang hati jika Pemkot akan memberikan mobil operasional. “Terkait yang diprioritaskan harus PBB-nya yang terbaik, itu kewenangan Pemkot,” katanya. (Umam/Radar Banten)










