SERANG – Proyek pembangunan jalan Pakupatan-Palima dipastikan gagal selesai tahun ini. Hal tersebut seperti yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, Hadi Suryadi saat ditemui setelah mendampingi anggota DPRD Provinsi Banten dalam penijauan proyek pembangunan jalan tersebut.
Menurut keterangan Hadi, dari keseluruhan jalan sepanjang sembilan kilometer, sejauh ini sekitar 2,7 kilometer yang baru selesai dibebaskan lahannya.
“6,3 kilo lagi belum dibebaskan, itu dari kantor BPOM hingga Pakupatan. Sambil menunggu pembebasan lahan, sementara hanya eksisting. Lebar jalan yang eksisting hanya tujuh meter,” ujar Hadi, Kamis (28/4/2016).
Untuk pembebasan sisa lahan, menurut Hadi, DBMTR membutuhkan dana sebesar Rp600 miliar. Dengan anggaran tersebut, DBMTR dipastikan tidak akan melakukan pembebasan lahan pada tahun ini.
“Tahun ini tidak ada pembebasan lahan. 2017 dilanjutkan pembebasannya, yang kita ajukan Rp400 miliar, itu pun kalau disetujui Dewan (DPRD Banten,-red). Tahun ini hanya menyelesaikan yang kemarin belum dibayar sebesar Rp19 miliar. Untuk pembebasan lahan ke Pakupatan butuhnya Rp600 miliar,” paparnya.
Ditanya total sisa anggaran yang dibutuhkan hingga pembangunan selesai, Hadi memperkirakan sebesar Rp700 miliar. Rp600 miliar digunakan untuk pembebasan lahan, Rp100 miliar lagi untuk pembangunan jembatan Bogeg yang ada di jalur Pakupatan-Palima. (Bayu)









