KALANGANYAR – Rumah pasangan Ahmad Ridwan dan Uni di Kampung Rangkong, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, luput dari program bedah rumah yang digulirkan pemerintah. Rumah keluarga miskin berukuran 5×7 meter itu nyaris roboh.
Pantauan Harian Radar Banten, kemarin (18/5), rumah Ahmad Ridwan berjarak sekira 20 meter dari persawahan di Kampung Rangkong. Rumahnya jelas tidak layak huni, beralaskan tanah dan dinding bilik bambunya pun sudah rapuh, bahkan dinding di bagian belakang sudah jebol. Sejumlah kayu dan bambu digunakan untuk menopang dinding rumah keluarga miskin itu agar tidak roboh.
Harian Radar Banten tidak bisa menemui Ahmad Ridwan karena sedang bekerja menjadi buruh pembuat batu bata. Hanya Uni dan anaknya, Rana (6), yang bisa ditemui di rumah mereka yang layak disebut gubuk itu.
Menurut Uni, rumahnya itu sudah ditempati selama tujuh tahun. Sampai sekarang, suaminya belum mampu memperbaikinya. Uang hasil buruh pembuat batu bata hanya cukup untuk makan setiap hari.
“Saya khawatir (rumah) ambruk. Tapi mau bagaimana lagi, saya dan suami enggak punya uang untuk memperbaiki rumah,” tutur Uni.
Alhasil, Ahmad Ridwan harus mengungsikan keluarganya ke rumah tetangga mereka ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi. Kata Uni, suaminya harus melakukan itu karena tidak ingin keluarganya tertimpa musibah karena rumah mereka roboh.
“Kalau ada hujan angin, saya pasti keluar rumah, berlindung di rumah tetangga. Saya takut (rumahnya-red) ambruk,” ungkap Uni.
Pemerintah Desa Aweh dan Kecamatan Kalanganyar, tegas Uni, sebenarnya telah mengetahui kondisi rumah dan keluarganya. Aparatur desa dan kecamatan juga sudah memberikan janji untuk membantu Ahmad Ridwan mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Namun, hingga kemarin janji itu belum terealisasi.
“Saya sih berharap ada bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Saya enggak tahu kapan dapatnya. Kalau enggak dapat, juga enggak apa-apa,” ujar Uni pasrah.
Kades Aweh Hatobi membenarkan, pihaknya telah mengetahui kondisi rumah Ahmad Ridwan. Rumah tak layak huni dan rusak itu berdiri di atas lahan milik keluarga Ahmad Ridwan.
“Bantuan terhadap warga miskin harus diprioritaskan, apalagi rumah Ahmad Ridwan parah dan sudah ditopang dengan tiang kayu dan bambu,” tandas Hatobi. (Mastur/Radar Banten)
