SUMUT – Korban jiwa akibat awan panas letusan Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumatera Utara kian bertambah. Tercatat 9 orang menjadi korban terkena awan panas Sinabung yang meletus pada Sabtu (21/5) pukul 16.48 WIB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasar data dari BPBD Karo terdapat enam orang meninggal dunia dan tiga orang kritis dengan luka bakar terkena awan panas. (baca: Gunung Sinabung Keluarkan Awan Panas, 3 Tewas dan 4 Kritis)
“Semua korban berada di RS. Efarina Etaham Kabanjahe,” kata Sutopo dalam rilisnya, Minggu (22/5), seperti diberitakan Jawa Pos.
Berikut ini adalah nama-nama korban meninggal dunia dan luka-luka:
Meninggal:
1. Karman Milala (60).
2. Irwansyah Sembiring (17).
3. Nantin Br. Sitepu (54).
4. Leo Perangin-angin.
5. Ngulik Ginting.
6. Ersada Ginting (55).
Luka-luka:
1. Brahim Sembiring (57).
2. Cahaya Sembiring (75).
3. Cahaya br Tarigan (45)
Sutopo mengatakan, semua korban adalah warga Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang berada di zona merah saat kejadian Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas.
Menurut dia, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus mencari korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat. Pencarian dilakukan dengan tetap memerhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung.
Tidak diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas. Sutopo mengatakan, seharusnya tidak ada aktivitas masyarakat di sana. (JPG)









