KATA pepatah, jangan nilai buku dari sampulnya. Namun, kenyataannya, hampir semua buku yang worth to read punya sampul alias cover yang juga nggak kalah oke tuh. Ternyata, untuk bisa menghasilkan cover yang oke, banyak proses yang harus dilalui para desainer sampul buku loh. Kayak apa sih ceritanya? Simak aja penuturan para book cover designer berikut!
Martin Dima
Illustrator and Graphic Designer
Bagi Martin Dima, mendesain cover buku itu ibarat mengomunikasikan cerita penulis dalam satu kedipan mata. Kenapa begitu? Well, bayangkan sebuah buku baru yang masih terbungkus plastik. Pasti kamu belum tahu pengalaman membaca seperti apa yang bakal kamu dapatkan dari buku itu kan? Nah, di situlah kemampuan seorang cover book designer diuji. Mereka harus mampu menggambarkan isi buku tersebut lewat satu halaman muka agar menarik pembaca.
Sulit? Nggak juga.
Bagi Martin, hal itu justru dianggap sebagai tantangan. Desainer yang satu ini mulai menggeluti bidang cover book designer sejak menjadikannya sebagai tugas akhir kuliah. Yep, Martin adalah lulusan Jurusan Desain Produk Institut Teknologi Bandung.
’’Yang menarik dari seni book cover itu ada pada cara penyampaian clue cerita. Terutama penggambaran suasana yang bakal diterima pembaca dalam buku,’’ ungkap alumnus ITB 2005 tersebut.
Dari sekian banyak genre buku, Martin rupanya jatuh hati terhadap novel fantasi. Menurut dia, novel fantasi punya banyak hal yang bisa digali. Terutama dari segi imajinasi yang bisa dibentuk berdasar ceritanya. Nggak heran bahwa hal yang paling dia perhatikan saat mendesain cover buku fantasi adalah penokohan dan alur cerita.
’’Dari dua hal itu akan terlihat makna dan pesan yang ingin disampaikan penulis. Penggambaran suasana juga menambah rasa ingin tahu pembaca,’’ tambah Martin.
Nah, penggambaran karakter dan suasana itulah yang sering jadi tantangan. Kayak trilogi Lord of the Ring karya J.R.R Tolkien atau Lima Sekawan-nya Bonnie Macbird. Dua novel
Arini Rachmatika
Mulanya Biasa Saja, Lama-lama Jadi Suka
Meskipun ada pepatah bilang don’t judge a book by it’s cover, tetapi kenyataannya desain sampul buku memiliki peran amat penting loh dalam menentukan minat dari para pembaca untuk buku tersebut. Secara tidak langsung, desain sampul buku dapat menjadi hal pertama yang menentukan sebuah buku akan diambil atau tidak oleh tangan-tangan calon pembaca.
Bagi pendesain sampul buku, pasti sudah terbiasa membuat sampul buku yang menarik. Untuk mendesain sampul buku biasanya menggunakan aplikas-aplikasi yang ada di komputer, seperti PhotoShop, Coreldraw, dan sebagainya. Eitz, bagi pemula atau yang belum terlalu mahir untuk menjalankan aplikasi tersebut, bisa juga loh menggunakan Microsoft Word. Aplikasi ini memang lebih familiar digunakan orang untuk mengetik, tetapi aplikasi ini juga dapat digunakan dengan mudah juga loh untuk membuat satu sampul buku. Menu untuk membuat sampul buku ini juga dilengkapi background gambar yang menarik serta textbox yang bisa kita ubah sendiri.
Nah Guys, desain sampul yang baik akan memerhatikan setiap aspek grafis. Mulai dari kesan yang timbul, warna dominan, objek yang digunakan, jenis dan bentuk huruf, hingga ornamen lain sebagai pendukung maksud dan tujuan agar sebuah sampul buku mampu memberikan gambaran isi buku yang menarik bagi calon pembaca.
Seperti pengalaman Arini Rachmatika, yang mempunyai kesukaan dalam membuat sampul buku. “Pertama kali mulai suka desain cover buku dari kelas IX, itu pertama kali ditugaskan bikin sampul buku kenangan. Ternyata dari situ saya mulai suka membuat cover buku dan mulai banyak juga yang request, mulai deh dari situ saya menyeriusinya. Buku yang sudah pernah saya buat cover buku kenangan kelas, Bug magazine, majalah Bekicot, buku anak-anak klub Writing berjudul Tentang Perasaan, Generasi Impian, dan banyak lagi. Kalau dihitung-hitung kurang lebih udah belasan buku yang saya bikinkan cover,” ujarnya.
“Biasanya, kalau untuk desain cover buku pakai PhotoShop, alternatifnya sih Coreldraw. Lama membuatnya itu tergantung kerumitan, tapi biasanya nggak sampai dua jam. Inspirasi dapat dari buku-buku yang sudah ada, digabung inspirasinya, dari warna hingga tata letaknya. Buku yang sering didesain itu kebanyakan novel anak-anak. Kalau sekarang ini lagi ada projeknya dari tutor klub writing, buat cover buku kumpulan cerpen anak-anak,” ungkap siswi SMA Peradaban, Kota Serang ini.
Desain sampul buku juga merupakan salah satu cara menunjukkan genre atau aliran sebuah buku loh Guys. Desain sampul buku yang tepat akan menampilkan kesan profesional dari aspek grafis yang benar-benar dipertimbangkan secara detail. So, dalam membuat buku jangan menganggap remeh sebuah desain sampul buku yah Guys.(dila-zetizen/pew/zee)











