slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Featured

Istirahatlah Kata-Kata, Film Pengungkap Fakta

Redaksi by Redaksi
18-01-2017 22:14:28
in Featured, Style, Zetizen
Istirahatlah Kata-Kata, Film Pengungkap Fakta

Pengambilan gambar Istirahatlah Kata-Kata.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PENGORBANAN bangsa Indonesia demi membentuk kesatuan negara yang kukuh emang nggak sedikit. Perjuangan menyatukan pikiran masyarakat dari Sabang sampai Merauke nggak pendek, apalagi mudah. Sayang, beberapa bagian sejarah Indonesia justru kurang terekspos mendalam pada buku pelajaran sekolah.

Menyadarinya, sutradara Yosep Anggi Noen dan produser Yulia Evina Bhara mengusung film Istirahatlah Kata-Kata. Menceritakan momen berakhirnya Orde Baru lewat keseharian penyair Wiji Thukul, film tersebut mampu menembus festival bertaraf internasional. Nggak heran, Istirahatlah Kata-Kata menuai banyak pujian.

Baca Juga :

Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Tangerang

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

BRI Meriahkan Campus Fest 2026 di Graha Pena Ballroom Radar Banten

Honda Banten Gelar Edukasi Safety Riding, Tekankan Budaya #Cari_Aman di Kalangan Pelajar

Film itu dikemas melalui kacamata Wiji Thukul, sastrawan dan aktivis asal Solo. Sang sutradara, Anggi, berusaha membangun gambaran ketakutan masyarakat pada masa itu, khususnya keluarga hingga teman yang dikenal para aktivis. Setelah insiden Kudatuli (kerusuhan pada 27 Juli 1996), Wiji Thukul dinyatakan sebagai buron. Dia yang menyayangi keluarganya terpaksa lari ke Pontianak. Masa krusial Wiji Thukul pun dimulai. Jauh dari kawan dan keluarga membuat Wiji sadar bahwa langkahnya nggak bisa berhenti di sana.

Bagi Anggi dan Yulia, mengangkat kembali cerita hilangnya beberapa aktivis saat perjuangan mengakhiri Orde Baru bukanlah perkara mudah. Namun, mereka ingin masyarakat tetap ingat bahwa demokrasi yang bisa dihirup hari ini adalah perjuangan sulit saat itu. ’’Bahkan, Wiji Thukul dan 12 kawannya hilang dan belum kembali hingga hari ini,’’ tegas Yulia.

Karena itu, puisi-puisi Wiji Thukul menjadi bahan utama buat meracik film tersebut. Karya yang mewakili pandangan Wiji yang lugas dan jujur itulah yang ditafsirkan Anggi dkk untuk menggarap film tersebut secara mendalam. Lewat diskusi panjang, Anggi mengambil benang merah puisi Wiji Thukul dan meramunya menjadi dialog yang jauh dari kesan politik, melainkan cerita pergulatan hati sang sastrawan.

’’Wiji menyajikan kesehariannya dalam puisi yang lugas sekaligus lugu. Hal itu sangat efektif mencatat situasi saat itu serta mengorek sistem politik dan kekuasaan yang kurang sesuai pada masa itu,’’ ujar Anggi.

Bukan hanya itu, sanjungan Anggi dan tim terhadap puisi Wiji nggak hanya dibentuk pada dialog dan soundtrack film, tapi juga penokohan. Para pemeran Istirahatlah Kata-Kata di-treatment agar mengeksplorasi sendiri karakter yang mereka perankan. Misalnya, terpilihnya Gunawan Maryanto sebagai sosok Wiji Thukul.

’’Dia dipilih karena juga dikenal sebagai seorang penyair dan sastrawan yang memercayai kata-kata layaknya Wiji Thukul,’’ ucap Yulia, produser yang juga pernah menggarap film On the Origin of Fear. Selain itu, akting Marissa Anita sebagai Sipon, istri Wiji Thukul, yang tertekan dengan lingkungannya pada masa itu nggak kalah cemerlang.

Dipersiapkan sebagai film festival dengan materi yang cukup berat, film tersebut telah lama diimpikan Anggi dan Yulia agar mampu menembus layar bioskop. Perjuangan secara mandiri untuk bisa masuk di layar kaca mainstream dimulai dengan menggaet banyak rumah produksi dan mencuri kesempatan tampil di berbagai festival film. Cara itu menjadi langkah kuat agar film tersebut mendapat respons positif masyarakat. Termasuk mencapai tujuan utama mereka, yakni membuka wawasan generasi sekarang tentang situasi pada zaman Orde Baru.

Mereka percaya, menambah keragaman film di layar bioskop Indonesia mampu mengubah pola pikir generasi sekarang yang hanya terlihat hedon. ’’Terbukti, saat Busan International Film Festival, ada sekitar 13 anak muda dari Indonesia yang mau menonton dan mengapresiasi film itu. Begitu pula di Jogja-NETPAC Asian Film Festival yang sebagian besar penontonnya adalah anak muda,’’ ungkap Anggi bangga.

Film Komunitas Pengungkap Identitas

Perkembangan film Tanah Air cukup menggembirakan di beberapa tahun terakhir ini. Setelah sempat mengalami mati suri, film Indonesia kini kembali mengalami kejayaan di dalam negeri. Secara kuantitas jumlah film Indonesia yang diproduksi dari tahun ke tahun cukup signifikan kenaikannya. Buktinya kita bisa lihat deretan film yang sedang tayang dan yang akan muncul di bioskop-bioskop. Dan yang lebih menggembirakannya lagi, masyarakat Indonesia pun semakin menyukai film-film buatan dalam negeri.

Begitu juga keberadaan film indie dan film komunitas. Jika skala nasional film berjudul Istirahatlah Kata-Kata menjadi penanda kesuksesan mulai diterimanya film indie, di Banten, pada 18-20 Januari ini ada ajang keren tempat diputarnya film produksi anak muda Banten.

Riung Film #1. Ya, acara yang digagas Covie (Komunitas Movie), Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN SMHB dan Lab Bantenologi akan memutarkan film-film produksi komunitas film di Banten. Bertempat di Aula Sadzeli Hasan IAIN SMH Banten lantai 2, acara yang bekerja sama dengan Eagle Institute Indonesia ini juga menghadirkan sosialisasi Eagle Awards Documentaru Competition, workshop film, diskusi film, dan menonton film dokumenter dan fiksi.

“Kita memang sengaja bekerja sama dengan Eagle Institute karena kita tahu ini salah satu lembaga yang bergengsi dalam mengadakan even film dokumenter. Dan kita anak muda Banten sadar di Banten ini banyak film karya anak-anak muda tapi kurang di–up di kancah nasional. Nah makanya kita mengadakan acara ini dan bekerja sama dengan Eagle Institute agar menstimulus anak-anak muda yang ternyata banyak loh karya anak muda Banten yang nggak kalah keren. Buktikan di hari Kamis nanti dalam workshop film,” jelas Uha Azka Nasabi, Ketua Pelaksana Riung Film #1 saat mendatangi ruang redaksi Zetizen Radar Banten, Senin (17/1).

Pada acara sosialisasi nanti, lanjut Uha, Eagle akan memberitahu cara mengisi proposal mengikuti kompetisi film di lembaga tersebut. Kompetisi dilaksanakan Mei nanti. “Untuk workshop ini kita akan membahas cara membuat film. Pematerinya itu ada Darwin Mahesa dari Kremov Picture dan Cindy dari Jakarta. Sedangkan pada acara diskusi kita akan membahas isi film,” kata Uha.

Ia dan timnya berharap, acara yang didukung Zetizen Radar Banten sebagai media partner ini akan menjadi acara tahunan dengan rangkaian berbeda setiap tahunnya. “Semoga nantinya melalui acara ini bisa memotivasi anak muda Banten untuk bisa lebih berkarya melalui film dan tahu bahwa film itu asik mudah untuk dibuat,” tutup Uha.

Nggak Kalah Menarik

Film indie atau film komunitas boleh jadi disebut antimainstream. Di tengah-tengah keseragaman tema, film indie bisa menjadi tontonan alternatif. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti sekarang, perkembangan film indie mengalami kemajuan signifikan dalam hal kuantitas.

Perkembangan tersebut juga didukung teknologi yang semakin murah dan mudah untuk didapat. Kini semua orang dapat dengan mudah mengakses video. Program editing atau penyuntingan juga banyak yang bisa didapatkian secara cuma-cuma tanpa harus membayar.

Selain faktor perkembangan teknologi, ada faktor tertentu yang hanya dmiliki film indie sehingga perkembangan film indie meningkat begitu pesat. Nih pendapat Gen Z Banten tentang faktor yang bikin film indie makin menjamur.

“Jalan cerita film indie itu benar-benar bebas, nggak ada batasan. Plot ceritanya juga biasanya di luar dugaan dan beda dari film komersil lain, karena film indie itu bukan ditargetkan untuk pasar tapi benar-benar murni untuk berkarya,” kata Maya Kencana, Gen Z Banten alumni SMAN 2 Kota Tangerang ini.

Berbeda dengan pendapat Gen Z satu ini. “Saya pernah nonton film indie, nah menurut saya adegan di film lebih bebas dan natural nggak kaku dibuat-buat. Kan kalau film komersil adegan nya itu sudah hasil saringan ketat dan bermacam-macam kaya lembaga sensor,” tutur Anis Aliya Azrifatin, Gen Z Banten yang duduk dibangku MAN 2 Tangerang ini.

Mau coba nonton film indie? Kalian bisa coba menonton Istirahatlah Kata-Kata, salah satu film indie yang akan tayang di layar lebar Indonesia. Atau bisa mendatangi Riung Film #1? (hellen-zetizen/pew/zee)

Tags: filmindiePelajarRemajaZetizen
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

MUI Buka Suara Soal Penetapan Sultan Banten Ke-18

Next Post

Nama Dirut Bank Banten Diusulkan Pemegang Saham Pengendali

Related Posts

Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Tangerang
Hukum

Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Tangerang

by Mulyadi
Senin, 13 April 2026 06:19

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Aparat Polresta Tangerang terus mengembang penyelidikan pada kasus penemuan mayat seorang pelajar di ujung muara Kaliadem,...

Read moreDetails

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

BRI Meriahkan Campus Fest 2026 di Graha Pena Ballroom Radar Banten

Honda Banten Gelar Edukasi Safety Riding, Tekankan Budaya #Cari_Aman di Kalangan Pelajar

Film Sena Tayang Perdana di Bioskop Cilegon XXI, 26 Januari 2026

SMK Muhammadiyah 3 Tangsel Kunjungi Radar Banten, Bekali Diri Hadapi Dunia Kerja

PKBM Putri Tunggal Pandeglang Edukasi Peserta Paket B-C soal Cegah HIV/AIDS dan Bullying

56 Tim Futsal Bertanding di GOR Cikupa

Science Film Festival 2025 Hadir di 70 Kota, Angkat Tema “Green Jobs” untuk Pelajar Indonesia

Festival Film Banten 2025 Diikuti 185 Peserta

Next Post
Draft Perda Bank Banten Masuk Prolegda

Nama Dirut Bank Banten Diusulkan Pemegang Saham Pengendali

Lunas! DAU yang Tertunda Telah Disalurkan ke Daerah

Lunas! DAU yang Tertunda Telah Disalurkan ke Daerah

Di Serang Masih Banyak Pasangan yang Belum Punya Akta Nikah

Di Serang Masih Banyak Pasangan yang Belum Punya Akta Nikah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Education Expo 2026 Sinar Mas Land Sukses Digelar, Tawarkan Akses Pendidikan Internasional

Education Expo 2026 Sinar Mas Land Sukses Digelar, Tawarkan Akses Pendidikan Internasional

Kamis, 23 April 2026 09:35
Paramount Petals, Kota Mandiri Berwawasan Lingkungan untuk Generasi Mendatang

Paramount Petals, Kota Mandiri Berwawasan Lingkungan untuk Generasi Mendatang

Kamis, 23 April 2026 09:25
Kantor Imigrasi Dinilai Masih Kurang Layak, Walikota Serang: Kami Harus Bantu untuk Peningkatan Pelayanan

Kantor Imigrasi Dinilai Masih Kurang Layak, Walikota Serang: Kami Harus Bantu untuk Peningkatan Pelayanan

Kamis, 23 April 2026 09:20
Bupati Terbitkan SE Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Pemberi Kerja Wajib Daftar JKK dan JKM 

Bupati Terbitkan SE Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Pemberi Kerja Wajib Daftar JKK dan JKM 

Kamis, 23 April 2026 07:38
Diduga Melakukan Penipuan Rp 1,4 Miliar, Mantan Anggota DPRD Kota Serang Dituntut 10 Bulan Penjara

Diduga Melakukan Penipuan Rp 1,4 Miliar, Mantan Anggota DPRD Kota Serang Dituntut 10 Bulan Penjara

Kamis, 23 April 2026 07:31
Dugaan Suap PTSL Tangerang, JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jimmy Lie 

Dugaan Suap PTSL Tangerang, JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jimmy Lie 

Kamis, 23 April 2026 07:23
Education Expo 2026 Sinar Mas Land Sukses Digelar, Tawarkan Akses Pendidikan Internasional

Education Expo 2026 Sinar Mas Land Sukses Digelar, Tawarkan Akses Pendidikan Internasional

Kamis, 23 April 2026 09:35
Paramount Petals, Kota Mandiri Berwawasan Lingkungan untuk Generasi Mendatang

Paramount Petals, Kota Mandiri Berwawasan Lingkungan untuk Generasi Mendatang

Kamis, 23 April 2026 09:25
Kantor Imigrasi Dinilai Masih Kurang Layak, Walikota Serang: Kami Harus Bantu untuk Peningkatan Pelayanan

Kantor Imigrasi Dinilai Masih Kurang Layak, Walikota Serang: Kami Harus Bantu untuk Peningkatan Pelayanan

Kamis, 23 April 2026 09:20
Bupati Terbitkan SE Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Pemberi Kerja Wajib Daftar JKK dan JKM 

Bupati Terbitkan SE Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Pemberi Kerja Wajib Daftar JKK dan JKM 

Kamis, 23 April 2026 07:38
Diduga Melakukan Penipuan Rp 1,4 Miliar, Mantan Anggota DPRD Kota Serang Dituntut 10 Bulan Penjara

Diduga Melakukan Penipuan Rp 1,4 Miliar, Mantan Anggota DPRD Kota Serang Dituntut 10 Bulan Penjara

Kamis, 23 April 2026 07:31
Dugaan Suap PTSL Tangerang, JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jimmy Lie 

Dugaan Suap PTSL Tangerang, JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jimmy Lie 

Kamis, 23 April 2026 07:23

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Education Expo 2026 Sinar Mas Land Sukses Digelar, Tawarkan Akses Pendidikan Internasional

Education Expo 2026 Sinar Mas Land Sukses Digelar, Tawarkan Akses Pendidikan Internasional

by Syaiful Adha
Kamis, 23 April 2026 09:35

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Sinar Mas Land melalui Digital Hub sukses menggelar World-Class Education Expo 2026 yang berlangsung pada 10-12 April 2026...

Paramount Petals, Kota Mandiri Berwawasan Lingkungan untuk Generasi Mendatang

Paramount Petals, Kota Mandiri Berwawasan Lingkungan untuk Generasi Mendatang

by Mulyadi
Kamis, 23 April 2026 09:25

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Paramount Petals semakin memperkuat reputasinya sebagai kota mandiri baru di koridor barat Jakarta yang dikembangkan melalui...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak