SERANG – Upaya Sopian Ansori (26) untuk lolos dari kejaran polisi sia-sia. Pencuri burung kicau asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, itu terperosok masuk ke sawah dan akhirnya ditangkap, kemarin (15/3).
Sopian kabur setelah mencuri burung Jalak Suren milik Iskak, warga Perumahan Taman Krisan, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang. Sopian melakukannya bersama temannya, berinisial An, sekira pukul 13.30 WIB. Keduanya berboncengan, mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol A 3331 MJ.
Sebelum mencuri, Sopian dan An mondar-mandir di depan rumah Iskak. “Iskak enggak ada, lagi kerja di ekpedisi barang. Di rumahnya, ada istri sama anaknya. Kebetulan saya tetanggaan. Istri saya telepon (ke istri korban-red), ada motor bolak-balik. Curiga. Saya bilang, awasi saja,” kata Dosep (37), tetangga Iskak di Mapolsek Cipocokjaya.
Tak lama, Sopian dan An mereka berhenti di depan rumah Iskak. Mereka menganggap jika situasi aman. Sopian mengambil Jalak Suren beserta kandangnya dari teras rumah Iskak. Sementara, An tetap duduk di atas sepeda motor dengan mesin masih menyala, menunggu Sopian.
Kejahatan Sopian dan An dipergoki oleh Dio Arianto (11), anak kandung Dosep. “Anak saya telepon kalau burung Pak Iskak dimaling. Saya bilang, laporkan saja ke Pak Wildan, kebetulan kan polisi. Tetangga rumah juga,” tutur Dosep.
Setelah mendapatkan ciri-ciri Sopian, An, dan sepeda motor yang mereka gunakan, Wildan dan seorang temannya mencari pelaku. Di depan gerbang Perumahan Taman Krisan, sepeda motor kedua maling burung ini berpapasan dengan sepeda motor anggota Ditlantas Polda Banten. Sopian dan An tancap gas ketika diminta berhenti.
“Pelaku sempat menendang motor anggota (polisi-red), tetapi tidak kena. Karena tidak mau ambil risiko, motor anggota ditabrakkan ke motor pelaku,” kata Perwira Unit (Panit) Reskrim Polsek Cipocokjaya Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Heru Purwo Sunarko.
Tabrakan itu membuat kedua sepeda motor dan penumpangnya terjatuh ke sawah. Sopian yang belepotan lumpur sawah ditangkap, sedangkan An berhasil kabur. “Satu berhasil kabur. Yang kabur akan dilakukan pengejaran. Identitas dan alamatnya sudah kami ketahui,” tegas Heru.
Sopian mengatakan, mencuri Jalak Suren karena ingin menyumbang dana untuk pernikahan kerabatnya. Mantan penjaga toko asesori telepon seluler di Jakarta itu juga mengaku, baru satu kali mencuri burung. “Hari Jumat saudara nikah. Namanya kepepet, Pak (menyebut Radar Banten-red),” tutur Sopian. (Merwanda/Radar Banten)












