SERANG – USAID Indonesia telah mendanai pelaksanaan program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 23 Oktober 2012.
Program USAID PRIORITAS adalah program lima tahun (2012-2017) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di 93 kabupaten/kota mitra yang tersebar di 9 provinsi dan juga bekerja sama dengan 16 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Negeri, termasuk Provinsi Banten.
Di Provinsi Banten, program ini diluncurkan pada tanggal 4 Desember 2012 oleh Gubernur Banten dan didampingi oleh Direktur USAID Indonesia, Andrew Sisson. Selain itu USAID PRIORITAS juga telah bermitra dengan tujuh kabupaten/kota yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang.
Koordinator USAID PRIORITAS Provinsi Banten, Rifki Rosyad mengatakan, saat ini kemitraan USAID telah melibatkan 94 sekolah dan madrasah mitra dengan penerima manfaat tercatat sebanyak 35.887 siswa, 2.257 guru dan tenaga kependidikan lainnya. Untuk mendiseminasikan modul pelatihan kepada non mitra, telah dilaksanakan replikasi pelatihan yang melibatkan 2.584 sekolah, 20.785 guru, 2.756 kepala sekolah dengan anggaran sebesar Rp2.885.164.000.
“USAID PRIORITAS Banten juga bekerja sama dengan Untirta dan UIN SMH Banten beserta empat LPTK Konsorsium yakni Universitas Banten Jaya, Universitas Mathl’aul Anwar, Universitas Muhammadiyah Tangerang dan STKIP Setia Budhi Rangkasbitung. Kerja sama ini telah memfasilitasi pelatihan kepada hampir 500 dosen, 200 mahasiswa dalam praktik perkuliahan. Untuk memperkuat praktik baik dalam pembelajaran dan manajemen sekolah, LPTK bersama USAID PRIORITAS bermitra dengan 18 sekolah lab tingkat SD/MI dan SMP/MTs,” katanya saat diwawancarai seusai acara Penutupan USAID, di Ratu Hotel Bidakara, Kota Serang, Jumat (5/5).
Lebih lanjut, ia mengatakan, beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain memberikan pelatihan kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas tentang pembelajaran aktif/kontekstual (PAKEM/CTL), Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dan mendorong siswa untuk meningkatkan keterampilan membaca dan budaya baca. Selain itu, melakukan fasilitasi kepada kabupaten/kota mitra dalam melaksanakan kegiatan Penataan dan Pemerataan Guru (PPG) dan penyusunan Pengembangan Keprofesian Guru Berkelanjutan (PKB).
“Kegiatan kemitraan dengan LPTK meliputi pelatihan untuk dosen LPTK tentang pembelajaran aktif, manajemen sekolah, mengembangkan materi sumber pembelajaran dalam literasi, IPA dan matematika SD dan SMP bagi dosen LPTK, Pelatihan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi dosen dan guru pamong serta mengembangkan sekolah praktik yang baik mitra LPTK,” katanya.
Terkait hal tersebut, Rifki mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemprov Banten, “Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten yang telah memfasilitasi implementasi program USAID PRIORITAS sehingga berjalan dengan baik sejak 2012 lalu. Kini tercatat program ini sudah menjangkau lebih dari dua ribu sekolah, lebih tepatnya 2.584 sekolah dan lebih dari dua puluh ribu guru dan puluhan ribu siswa yang telah merasakan manfaat ini,” jelasnya.
Kendati demikian, ia berharap, Penutupan program ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menindaklanjuti praktik baik yang sudah digagas ini. “Ke depan kami berharap sekolah mitra dan fasilitator daerah yang kami latih menjadi rujukan dan aset untuk pendidikan dasar berkualitas yang lebih baik lagi.”harapnya
Untuk diketahui, penutupan program USAID PRIORITAS di tingkat Provinsi Banten sekaligus dilakukan di tingkat Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Serang hadir memberikan penguatan dan harapan agar praktik baik yang sudah berjalan dapat ditindaklanjuti.
Selanjutnya, pertemuan juga mengundang seluruh kepala sekolah mitra program USAID PRIORITAS, pengurus KKG/MGMP, fasilitator daerah, junalis. Selain itu, pertemuan ini juga mengundang Bagian Hukum Pemda, Kepala Bappeda, Kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan, Kabid Dikdas (kasi SD dan Kasi SMP), Kepala LPMP, Kabid PTK, Kepala Kemenag, Kasi Mependa Kemenag, Kepala UPT Kecamatan mitra dan para kepala sekolah mitra serta perwakilan guru dan siswa. (Wirda Garizahaq/risawirda@gmail.com)









