SERANG – Pemkab Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan memfasilitasi masyarakat untuk meningkatkan daya jual produk dengan membuat produk olahan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang Budi Mulyono mencontohkan, bahan baku ikan diubah menjadi olahan pangan tak berbentuk ikan seperti abon ikan dan bakso ikan.
“Untuk peningkatan harga jual singkong misalnya, tadi kami ubah jadi roll egg,” paparnya, Sabtu (19/8), di sela-sela Anyer Krakatau Culture Festival 2017.
Dikatakan dia, olahan pangan ikan bertujuan supaya masyarakat makan ikan. Begitu juga bahan pangan lainnya seperti olahan ubi diubah menjadi makanan camilan.
“Kami latih baik Pangan kering maupu. basah. Perikanan banyak memproduksi ikan yang diekspor. Kami kerja sama dengan Madani Food untuk mendobrak ekspor ke mancanegara seperti ke Korea,” paparnya.
Pihaknya pun mengikuti jalur Madani Food dengan membuat sentra produksi perikanan dan menjual hasil olahan kualitas ekspor.
“Diikuti semua kecamatan. Di stand ini kami display produk. Ada roll egg, keripik singkong, keripik jahe, kerupuk udang, abon ikan, keripik bandeng, keripik ikan lele dan bandeng crispy,” tuturnya.
Ia berharap produk-produk hasil pengusaha binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dapat standarisasi nasional, ada label halal, ada keterangan dari Balai POM. “Syukur-syukur SNI. Misal abon, karena diminati di Arab Saudi. Hanya saja UMKM-nya belum mampu memproduksi secara massal,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).
