CILEGON – Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Cilegon Eti Kurniawati menyebut masih ada beberapa sekolah PAUD di Kota Cilegon yang kondisinya memperhatinkan. Padahal keberadaan PAUD di Kota Cilegon sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan dari tahun-ketahun jumlah siswanya kian menanjak.
“Kita terus mendorong kualitas kelembagaannya. Telah ada leading sektornya untuk mengetahui mana yang sekolah PAUDnya akan diberikan bantuan dan sangat membutuhkan bantuan yang bekerjasama dengan dunia idustri. Baik dari aspek sarana dan prasarananya,” ujar Eti saat ditemui di PAUD Barokah 1, di Lingkungan Sak-sak Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Senin (4/12).
Ia menuturkan di Kota Cilegon secara keseluruhan ada sebanyak 156 sekolah Paud. Tahun lalu Paud di Kota Cilegon meluluskan lebih dari 5000 siswa. “Minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Paud sudah sangat besar. Karena anak yang di Paud dan yang hanya tinggal rumah itu sangat berbeda sekali pembelajarannya,” katanya.
Bantuan yang diberikan dari dunia Industri itu telah dirasakan langsung oleh Paud Barokah 1. Ia mendapatkan bantuan berupa pembangunan dua ruangan kelas dan satu ruang kantor guru. Berikut fasilitas bermain anak dan alat peraga belajar.
“Kita dibantu dari nol, dari batu pondasi sampai berdiri sekarang ini. Dulu awal berdiri Januari 2011 cukup memperihatinkan karena belajarnya masih di dalam rumah. Padahal kita tidak pernah mengajukan permintaan bantuan tapi tiba-tiba ada PT Candra Asri memberikan bantuan,”katanya (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)
