SERANG – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Banten menggelar pertemuan tahunan di Kantor Perwakilan BI Banten, Jumat (22/12) sebagai momentum Indonesia meningkatkan ekonomi melalui bonus demografi 2025.
Pertemuan ini membahas tentang pertumbuhan ekonomi nasional dan lokal.
Turut dihadiri berbagai unsur lembaga maupun instansi. Seperti para pimpinan perbankan dan perusahaan di Banten maupun Jakarta. Unsur pejabat daerah seperti Wakil Walikota Serang Sulhi turut hadir pada kesempatan itu.
Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Rahmat Hernowo mengatakan Banten perannya terhadap ekonomi nasional masuk urutan sembilan. Walaupun usianya relatif muda. Peran Banten terhadap ekonomi nasional mencapai 4,12 persen.
“Meningkatkan laju ekonomi, bisa melalui sektor industri olahan. Ini perlu infrastruktur pendukung dan kebijakan yang tidak merugikan,” kata dia usai pertemuan tahunan, di Kantor BI Banten, Kota Serang, Jumat (22/12).
Berbicara nasional, kata dia, Indonesia telah masuk bonus demografi hingga 2025 mendatang. Menurutnya bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif bisa ditempatkan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.
Bagaimana SDM dan dunia pendidikan bisa link and match sesuai dengan kebutuhan pasar. Agar, memberi dampak menularkan perekonomian lebih kuat dan menjadi negara maju.
“Pendapatan Indonesia 3.500 dolar Amerika Serikat per kapita. Sementara untuk dikatakan negara maju harus mencapai 12.000 dolar Amerika Serikat per kapita.” Kata pria lulusan Columbia University ini, sesuai harapan Presiden Joko Widodo, Indonesia pada 2045 bisa mencapai pendapatan 12.000 dolar Amerika Serikat per kapita. Sehingga mampu dikatakan sebagai negara maju seperti negara-negara Eropa pada umumnya.
“Untuk mencapainya, artinya pertumbuhannya harus digenjot. Ini memerlukan upaya bersama dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah seperti Banten ini harus saling berjalan, berkoordinasi dan bersinergi,” ucap pria yang menempuh gelar sarjana di Universitas Indonesia.
Perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten Andri Hermawan mengatakan pertemuan tahunan BI jadi momentum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Banten selatan. Sehingga dapat menekan disparitas pertumbuhan ekonomi antara Barat dan Selatan.
“Sebagai wadah pelaku usaha, kebijakan harus berorientasi pada kebijakan berkesinambungan. Seperti sektor pertanian, perdagangan dan konstruksi dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Senada apa yang dikatakan Rahmat Hernowo, membangun perekonomian yang kuat dibutuhkan konsolidasi agar semakin aktif. Sinergi itu, diperlukan bersama Pemerintah Provinsi, Kabupaten maupun Kota dan BUMN maupun lembaga lainnya.
“Dengan sejumlah program kerja kegiatan ini untuk membangun dunia ekonomi usaha yang kuat.” Hal ini, harus dirasakan oleh para pelaku usaha dan masyarakat bisa melaksanakan ekonomi di Banten. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)












