SERANG – Arini Ulfa Hidayah (20), Mahasiswi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang tewas akibat tabrakan beruntun di Jalan Raya Jakarta-Serang, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Senin (8/1) kemarin, menyimpan sejumlah firasat bagi kawan-kawannya sebelum kepergiannya.
Sebelum meninggal dunia, Mahasiswi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) ini ikut rapat di UKM Pramuka UIN Banten. Pukul 13.00 WIB, Arini berpamitan dengan teman-temannya usai rapat UKM.
Ada yang aneh. Tidak seperti biasanya. Arini yang dikenal sering bercanda dan ceria ini, saat rapat berlangsung hanya terdiam saja. Tidak ada canda tawa.
Muhammad Ali, anggota UKM Pramuka melihat ada firasat aneh. Arini berpamitan ke semua teman UKM Pramuka dua kali.
“Biasanya pamitannya cuma satu kali. Ini, pas kemarin dua kali. Enggak biasanya. Terus dia bilang ‘pamit mau pulang’. Mukanya juga buram banget,” kata Ali lewat sambungan telepon, Selasa (9/1).
Mahasiswi semester enam itu, lantas pergi mengendarai sepeda motornya sendiri menuju rumahnya di Cikupa, Tangerang.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Banten Subhan bersama wakil rektor sudah bertakziah, kemarin, Senin (8/1). Ia turut berdukacita atas meninggalnya Arini Ulfah Hidayah.
“Bagi mahasiswa saat berkendara, lebih berhati-hati lagi,” kata dia, Selasa (9/1).
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan lalu lintas terjadi di Cikande, Kabupaten Serang. Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan bermotor roda dua tersebut menewaskan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Petugas Puskesmas Cikande Ainatul menjelaskan, setidaknya ada tiga korban yang dibawa warga setelah kecelakaan tersebut ke Puskesmas tempatnya bertugas. Salah satu dari tiga korban tersebut perempuan dan meninggal dunia. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










