SERANG – Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Banten mulai merancang program jangka panjang sebagai langkah menyiapkan atlet menghadapi PON XX Papua 2020. Kerja sama atau sinergisme dalam pembinaan atlet muda dari usia dini dibutuhkan untuk menata prestasi di PON nanti.
Kegagalan atlet senior meraih medali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2018, medio Maret lalu menjadi pukulan telak Pengprov WI Banten. Jika tidak segera berbenah, bisa jadi wushu Banten tidak akan memiliki wakil pada PON XX Papua 2020.
Ketua Umum Pengprov WI Banten Haris Halawani mengatakan, atlet potensial di masing-masing kota kabupaten se-Banten telah mulai bermunculan. Butuh perhatian khusus untuk merancang pola pembinaan mulai dari usia dini agar ke depan atlet Banten mampu bersaing meraih prestasi. “Kalau bicara pembinaan, kita tidak bisa lepas dari sarana, prasarana, sumber daya manusia (SDM) baik itu pelatih atau atlet, dan anggaran,” kata Haris, Senin (21/5).
Regenerasi atlet, lanjutnya, harus secepatnya dilakukan dengan cara melakukan pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan. “Memperbanyak event juga harus dilakukan sebagai ajang evaluasi,” ucapnya.
Sementara itu, Pelatih Wushu Banten Septian Wahid mengatakan, sinergisme pengcab kota kabupaten untuk saling menguatkan dalam melakukan event dalam rangka regenerasi atlet sangat diperlukan. “Kalau kejuaraan daerah, paling setahun hanya bisa sekali. Tapi, kota kabupaten bisa menggelar kejuaraan masing-masing seperti kejuaraan piala walikota atau bupati,” ujarnya. (dre/ful/dwi)










