• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Uncategorized

Kesenian Wayang Garing yang Terancam Punah

Aas Arbi by Aas Arbi
Rabu, 18 Juli 2018 23:26
in Uncategorized
0
Kesenian Wayang Garing yang Terancam Punah

Ki Jali memperagakan pertunjukan Wayang Garing di kediamannya di Desa Mandaya, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Selasa (17/7).

0
SHARES
199
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Kesenian dan budaya merupakan ciri khas suatu daerah. Biasanya dilakukan secara turun-temurun dari leluhur melalui generasinya. Namun jika tidak ada generasi penerus, kearifan lokal itu terancam punah.

Selasa (17/7) siang kemarin, panas matahari menyengat hingga ke ubun-ubun. Pematang sawah di Kecamatan Carenang tampak sepi dan minim aktivitas warga.

Di Desa Mandaya, Kecamatan Carenang, tepat di samping sebuah masjid terdapat rumah sederhana semipermanen. Sebagian rumah terbuat dari semen sebagian lagi dari bilik. Seorang kakek paro baya terlihat sedang sibuk membuat alat peraga wayang. Adalah Kajali, dalang sekaligus pencipta kesenian wayang garing yang sampai saat ini masih eksis.

Tak sulit untuk menemukan kediaman Kajali di Desa Mandaya. Setiap warga Desa Mandaya yang ditanya nama Kajali, langsung menunjukkan ke arah rumah dalang ini. Kajali pun menyambut hangat kedatangan Radar Banten di tengah-tengah kesibukannya membuat alat peraga wayang.

Pria berusia kepala tujuh ini sudah menekuni dunia perwayangan sejak 1964. Awalnya, ia berguru pada seorang dalang yang masyhur di Kecamatan Carenang. Namun, setelah dalang itu meninggal dunia, Kajali menciptakan gaya perwayangan sendiri dengan sebutan wayang garing.

Kajali menunjukkan beberapa koleksi wayangnya. Masing-masing wayang itu mempunyai nama tersendiri. Seperti Arjuna, Dewara, dan Semar. Disebut wayang garing karena pertunjukan wayang ini dilakukan solo tanpa diiringi oleh lantunan musik gamelan. “Enggak ada musik gamelan dan kendang. Kalau yang lainnya kan pakai musik,” katanya saat berbincang-bincang di atas amben bambu.

Ki Jali, begitu sebutannya, menekuni kesenian tradisional ini dengan kesungguhan. Ia pun kerap diundang di berbagai acara daerah hingga nasional untuk menampilkan pertunjukan wayangnya. Pria beranak lima ini juga mengaku sering digandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten di berbagai acara pameran kesenian. “Pernah main wayang di Jakarta, Jawa Barat,” ujarnya.

Merasa ingin lebih meyakinkan, Ki Jali sontak masuk ke dalam rumahnya dan mengambil sekumpulan berkas. Ia menunjukkan beberapa sertifikat dan piagam penghargaan bidang kesenian. Di antaranya, piagam penghargaan dari Gubernur Banten tahun 2008 dan dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. “Ini dari gubernur, ini dari kantor UI (menyebut kampus UI-red),” kata Ki Jali menunjuk satu per satu penghargaan yang diraihnya.

Dalam melakukan pertunjukan wayang, Ki Jali memasukkan pesan moral kehidupan yang disampaikan kepada para penonton. Sesekali ia juga menyelipkan lawakan untuk mencairkan suasana. “Bahasanya tergantung para penonton, bisa Jawa Serang, Indonesia, Sunda,” terangnya.

Meski begitu, kakek yang memiliki sepuluh cucu ini mengaku belum memiliki murid untuk mewariskan bakat pewayangannya itu. Hanya satu dari lima anak Ki Jali yang rutin mengikuti pertunjukan wayangnya, itu pun hanya mempersiapkan alat-alat peraganya saja. “Bagaimana pun, kan saya enggak selamanya hidup, harus ada yang meneruskan,” ucapnya.

Meski sudah puluhan tahun berkecimpung sebagai dalang, profesinya itu tak lantas membuat keluarganya sejahtera. Ki Jali harus ikhlas tinggal di rumah sederhana dengan segala keterbatasan. Penghasilan dari pertunjukan wayangnya pun tidak menentu. “Upahnya berapa saja, enggak pernah patok harga,” terangnya.

Menurut Ki Jali, wayang garing merupakan satu-satunya kesenian asal Kabupaten Serang bahkan Provinsi Banten yang masih terjaga. Ki Jali pun menjadi orang yang menciptakan dan satu-satunya dalang wayang garing. Ia pun sampai saat ini masih aktif bermain wayang di berbagai acara. (ABDUL ROZAK)23

Tags: kesenian Bantenwayang garing
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Siswa SMK Punya Pendapatan Rp500 Juta Per Bulan, Kok Bisa?

Next Post

Transfer Caleg Jelang Final Piala Dunia

Next Post
Problem Bule Baca Disway

Transfer Caleg Jelang Final Piala Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kejar Penetapan Tersangka, Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Korupsi PKBM Gunungsari Dikebut

by Fahmi
Minggu, 16 Agustus 2026 21:23
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Penyidik Tipikor Satreskrim Polresta Serang Kota mempercepat pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat...

Ribuan Pemuda Arak Merah Putih 81 Meter di Kota Tangerang

by Syaiful Adha
Minggu, 16 Agustus 2026 21:20
0

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Ribuan pemuda dari berbagai wilayah di Provinsi Banten mengarak Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Kota Tangerang,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.