SERANG – Acara murak kadu babarengan dalam rangka syukuran pelantikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak periode 2019-2024 di pendopo Kabupaten Lebak mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat.
Pantia yang menyediakan 7.000 durian, tidak ditumpuk sekaligus. Durian ditumpuk secara terpisah-pisah. Satu tumpukan, antara 20 hingga 25 buah durian.
Murak kadu babarengan atau makan durian bersama-sama sebenarnya direncanakan pukul 15.00 WIB, tetapi sejak pukul 14.00 WIB ribuan warga sudah memadati lokasi acara. Sekitar 15 menit kemudian durian begitu saja diicipi satu per satu hingga akhirnya habis sebelum pukul 14.45 WIB.
Tak hanya durian, panitia juga menyediakan manggis dan rambutan untuk dinikmati warga. Bedanya, panitia membagikan rambutan dengan diserahkan langsung pada warga yang meminta. Saling rebut pun tak terhindarkan, hingga banyak rambutan yang terinjak-injak dan tidak dapat dimakan.

Bupati Iti Oktavia Jayabaya meminta maaf karena tidak semua masyarakat yang datang mendapatkan durian. “Saya minta maaf kepada warga masyarakat yang datang, tapi tidak kebagian. Dari panitia menyediakan sekitar 7 ribu durian. Tapi, yang datang ternyata lebih dari 11 ribu masyakat. Ini di luar prediksi,” kata Iti.
Murak kadu babarengan merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperkenalkan kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Lebak. Kegiatan ini juga merupakan apresiasi pemerintah terhadap masyarakat yang membantu Lebak meraih Piala Adipura tahun 2017-2018.
Tokoh masyarakat Lebak Mulyadi Jayabaya yang tak lain ayahanda Iti Octavia mengapresiasi murak kadu babarengan yang dihadiri belasan ribu warga. “Ya, kegiatan makan durian bareng ini cukup baik karena kegiatan ini mendukung kebangkitan petani wisata atau mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lebak,” kata Ketua Kadin Banten ini.
Ketua Komunitas Pencinta Durian Lebak Wandi Assyaid mengatakan, ada 27 jenis durian lokal yang disediakan. Di antaranya, durian jenis bungbulang, malam sirem, aseupan hejo, aseupan biasa, cadas, syahrini, keupel, sikunir, dan emas.
“Murak kadu babarengan ini dihadiri belasan ribu warga dari berbagai profesi. Kegiatan ini swadaya masyarakat dan komunitas pecinta kadu (durian-red),” kata Wandi.
Jenis durian yang memiliki ukuran paling besar, yakni durian bungbulang. Ukurannya mencapai 12 kilogram. Namun, kemarin yang ditampilkan hanya 5-7 kilogram. Sementara, durian dengan rasa yang paling nikmat, yakni jenis aseupan hejo dan aseupan biasa. (Mastur/aas)









