• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Memasuki Musim Kemarau, Ribuan Hektare Padi Terancam Puso

Redaksi by Redaksi
Kamis, 25 Juli 2019 11:35
in Berita Utama, Umum
0
Memasuki Musim Kemarau, Ribuan Hektare Padi Terancam Puso

Suasana audiensi kelompok tani dengan pejabat Dinas Pertanian dan Dinas PUPR di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Jalan Yusuf Martadilaga, Serang, Rabu (24/7). Foto: Rozak/Radar Banten

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Persoalan lahan pertanian memasuki musim kemarau panjang di Kabupaten Serang belum menemui titik temu. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mencatat, seluas 8.000 hektare lahan pertanian saat ini terancam puso dampak dari kekeringan.

Diberitakan sebelumnya, seluas 14.000 lahan pertanian di lima kecamatan yang memanfaatkan Irigasi Pamarayan Barat berpotensi kekeringan. Hal itu disebabkan adanya penutupan saluran Irigasi Pamarayan Barat karena ada kegiatan normalisasi irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kemarin (24/7), sejumlah petani beraudiensi dengan jajaran Dinas Pertanian di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Jalan Yusuf Martadilaga, Kota Serang. Audiensi membahas solusi kekeringan pada lahan pertanian yang saat ini dikeluhkan banyak petani. Kedatangan petani disambut Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang.

Kata Zaldi, para petani dalam audiensinya meminta jadwal penutupan irigasi disusun ulang. Soalnya, petani saat ini sudah telanjur melakukan masa tanam. “Sekarang sudah ditutup total (saluran irigasi-red),” ungkapnya usai audiensi.

Dikatakan Zaldi, sebelumnya pihak pelaksana proyek normalisasi sudah membuka saluran irigasi pada Mei selama 2,5 bulan. Namun, hanya sedikit petani yang melakukan tanam. Alasannya bertepatan Ramadan. Menurut Zaldi, terjadi misskomunikasi di lapangan antara petani dengan pelaksana proyek normalisasi irigasi. Terbukti, saat ini petani sudah ada yang melakukan tanam dan membutuhkan air.

Saat ini dari 14.000 hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan, seluas 8.000 hektare di antaranya sudah tanam padi. Sementara informasi yang diterimanya dari pelaksana proyek normalisasi irigasi bahwa pintu irigasi baru akan dibuka selama lima hari pada 20 Agustus. “Kalau seperti itu (menunggu irigasi dibuka sampai Agustus-red) maka akan terjadi puso,” ujarnya.

Lantaran itu, pihaknya akan melakukan pendataan lahan pertanian yang sudah terdampak kekeringan beserta kondisinya saat ini. Setelah itu, disampaikan kepada pelaksana proyek untuk negosiasi. “Kalau tidak segera mendapat penanganan, kemungkinan puso (lahan pertanian seluas 8.000 hektare -red). Makanya harus ada kebijakan lain,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Makmur, Desa Singaraja, Kecamatan Pontang, Hamid berencana, pihaknya menawarkan jadwal baru kepada pelaksana proyek. Yakni, meminta pintu irigasi dibuka pada 1 sampai 15 Agustus dan 1 sampai 15 September. “Kita minta air di 15 hari itu saja dua kali untuk menyelamatkan padi kita. Sampai saat ini belum ada kepastian,” tukasnya.

Dikatakan Hamid, padi yang digarapnya saat ini sudah usia satu bulan sampai 1,5 bulan. Oleh karena itu, padinya sedang membutuhkan air. Sementara petani sudah mengeluarkan modal cukup lumayan untuk bercocok tanam. “Modalnya Rp7 juta sampai Rp10 juta per hektare. Kalau semuanya puso, petani bisa rugi besar,” tandasnya. (Rozak/RBG)

Tags: Kekeringan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Warga Meriahkan Jalan Santai Hari Koperasi

Next Post

Cegah PKL Berjualan di Bahu Jalan, Satpol PP Tongkrongi Pasar

Next Post
Cegah PKL Berjualan di Bahu Jalan, Satpol PP Tongkrongi Pasar

Cegah PKL Berjualan di Bahu Jalan, Satpol PP Tongkrongi Pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu, Ini Respons Dindik Lebak

Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu, Ini Respons Dindik Lebak

by Nurabidin
Rabu, 19 Agustus 2026 19:09
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — Rencana pemerintah pusat meningkatkan status guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh...

Akhir Agustus, Semua Dapur MBG di Kabupaten Serang Wajib Kantongi SLHS

Akhir Agustus, Semua Dapur MBG di Kabupaten Serang Wajib Kantongi SLHS

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 19 Agustus 2026 17:48
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serang diminta segera merampungkan persyaratan Sertifikat Laik Higiene...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.