Home Catatan Dahlan Iskan

Nir Pemenang

Aas Arbi by Aas Arbi
Senin, 5 Agustus 2019 07:11
in Catatan Dahlan Iskan
0
Nir Pemenang
0
SHARES
100
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : Dahlan Iskan

Akhirnya perang total. Presiden Trump membuktikan ancaman Twitternya: mengenakan bea masuk tambahan untuk seluruh barang Tiongkok. Tidak ada kecualinya lagi. Termasuk onderdil iPhone. Yang selama ini dibuat di Shenzhen.

Berarti kesepakatan Osaka bubar. Yang dibuat tiga bulan lalu itu. Di sela KTT G-20 itu. Yang AS janji tidak akan menaikkan lagi impor yang belum terkena sanksi. Yang nilainya USD 300 miliar.

Itu kategori barang konsumsi. Yang membanjiri super store seperti Walmart. Yang selama ini tidak disasar Trump. Dengan pertimbangan praktis: barang-barang murah itu diperlukan kalangan menengah-bawah. Keperluan sehari-hari.

Mulai 1 September depan berubah. Barang-barang itu dikenakan bea masuk tambahan 10 pct. Harga-harga di Walmart akan naik. Termasuk harga aksesori perayaan Natal. Sampai-sampai sebagian media Amerika membuat judul: ‘Trump akan membuat perayaan Natal kurang meriah’.

Putusan Jumat lalu itu didahului omelan Trump tiga hari. Lewat twitternya. Kok Tiongkok tidak kunjung membeli hasil pertanian Amerika. Dalam jumlah yangtremendous.

Dicarilah alasan lain: Tiongkok tidak juga menghentikan produksi fentanyl. “Yang membunuh ribuan orang Amerika setiap tahun,” ujar Trump.

Oh, obat itu. Yang sering dicampurkan ke heroin itu. 

Fentanyl sendiri 100 kali lebih kuat dari heroin. 

Tujuan baiknya: untuk menghilangkan rasa sakit. Terutama bagi penderita kanker stadium akhir.

Tujuan jeleknya: untuk campuran heroin. Bisa  membuat orang fly lebih cepat. Termasuk fly ke akhirat.

Pembeli heroin di Amerika pada dasarnya tidak tahu. Kalau di dalamnya sudah dicampuri heroin sintetis itu. Heroin jenis ini biasanya dicari lewat nama lain. Misalnya ‘China Girl’. Atau ‘China Town’. Atau ‘Dance Fever’.

Mengapa China Girl jadi pertimbangan perang dagang? 

Trump memang piawai dalam mengemas alasan. Selalu bisa memenangkan opini. Di kalangan yang malas berfikir. 

Sanksi pamungkas Trump itu sendiri dijatuhkan seperti ironi. Hanya dua hari setelah pembicaraan dagang dimulai lagi. Di Shanghai.

Rupanya Trump mendapat laporan dari tim negosiasinya: tidak ada harapan. Tidak ada tanda-tanda Tiongkok mudah menyerah.

Saya bisa membayangkan. Perundingan itu seperti perkelahian antara aksicowboy dan aksi taichi. Yang satu tidak sabar. Tembak langsung. Satunya lagi muter-muter. Seperti pusaran air: ditembak tidak luka, digertak hanya bilang ‘haiya’.

Sejak awal saya sudah memperkirakan perundingan Shanghai beda nuansa. Di situ Tiongkok hanya ‘melayani’. Tidak terlalu berminat lagi. Tiongkok sudah sampai pada kesimpulan: Trump tidak bisa dipegang.

Tiongkok juga terlihat sudah move on. Dengan tarif-tarif tambahan sebelumnya. Sudah bisa hidup baru dengan ‘alam baru’ ciptaan Trump. Sudah biasa. Kalau dikenakan tarif baru lagi sudah siap.

Lihatlah reaksi Tiongkok. Hanya beberapa jam setelah putusan baru Trump itu.

“Kami yakin perang dagang ini tidak akan ada pemenangnya,” ujar juru bicara Kemenlu Tiongkok Hua Chunying. Sadar benar. Tiongkok juga tidak akan menang. Tapi Amerika juga tidak bisa menang. Negeri seperti Singapura dan Taiwan-lah yang akan kalah.

Meski begitu Tiongkok membenarkan. Soal tidak adanya harapan di Shanghai itu. “Kami tidak akan memberikan sejengkal pun konsesi,” ujar Hua.

Maka bisa dibayangkan jalannya perundingan itu. 

“Dor! Dor! Dor!” suara riuh berondongan pistol. 

“Ciat.. Ciat… Ciat…” desis tanpa suara gerak tangan dan kaki.

Hua pun mengulangi sikap Tiongkok selama ini. “Kami tidak mau berkelahi. Kami tidak akan mulai berkelahi. Tapi kami tidak takut berkelahi”.

Tentu tit-for-tat segera dilakukan Tiongkok. Termasuk segera mengumumkan: perusahaan Amerika mana saja yang digolongkan ‘tidak bisa dihandalkan’. Lalu akan diberi sanksi. Saya bisa menebak salah satunya: FedEx. Yang sering menyasarkan paket. Yang dikirim untuk Huawei. Ke alamat lain. Yang bikin Huawei sewot –merasa kirimannya dicurigai. 

Bagaimana hasil perang selama ini? Lihatlah data tiga bulan kedua tahun ini. Ekonomi mereka merosot dibanding triwulan pertama. 

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun. Dari 6,5 persen ke 6,2 persen.

Pertumbuhan ekonomi Amerika turun. Dari 3,1 persen ke 2,3 persen. 

Ekspor Singapura turun 17 persen.

Tapi kadang banyak juga yang suka melihat orang lain berkelahi. Ada asyiknya. Sampai orang itu sendiri tiba-tiba kena peluru nyasar. Atau kena batu terpelanting dari sepakan kaki yang keras.(Dahlan Iskan)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Warga Sumur Pandeglang Masih Trauma Tsunami

Next Post

Bintang Sains 2019 Pandeglang Dimulai

Next Post
Bintang Sains 2019 di Kecamatan Cikeusal, Perwakilan 10 Finalis Merata

Bintang Sains 2019 Pandeglang Dimulai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

kawasan religi Caringin

Gubernur Banten Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gazebo Kawasan Religi Caringin

by Purnama Irawan
Minggu, 9 Agustus 2026 16:26
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Gubernur Banten Andra Soni dijadwalkan akan menghadiri acara peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan gazebo dan landscape...

Penadah motor

Terima Motor Hasil Curanmor, Dua Pria Ditangkap Polisi di Kramatwatu

by Fahmi
Minggu, 9 Agustus 2026 16:20
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tata dan Jajang Kurniawan didakwa menerima sepeda motor hasil pencurian untuk kemudian diserahkan kepada seorang penadah bernama...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.