• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

PKL Kembali Buka Lapak di Pasar Kranggot

Redaksi by Redaksi
Rabu, 21 Agustus 2019 17:37
in Berita Utama, Umum
0
PKL Kembali Buka Lapak di Pasar Kranggot
0
SHARES
84
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

CILEGON – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kembali membuka lapak di depan ruko-ruko yang berada di jalan akses masuk dan keluar Pasar Kranggot, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Para pedagang itu sendiri belum lama ini ditertibkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon dan diminta untuk pindah ke hanggar yang berada di samping kiri akses keluar pasar.

Salah satu pedagang sayur mayur dan komponen bumbu masakan, Udin menjelaskan, ia kembali membuka lapak di depan ruko penjual pakaian karena enggan pindah ke dalam hanggar. Pertimbangannya, karena lokasi hanggar tidak strategis untuk berjualan.

Posisi hanggar yang berada di akses keluar pasar dan minimnya akses menuju hanggar dikhawatirkan Udin membuat para pembeli enggan datang, di sisi lain, barang dagangannya jika tak segera terjual, akan cepat membusuk.

“Orang kan kalau belanja nyari dulu yang di depan, kalau gak kejual barang bisa rugi,” ujar Udin kepada Radar Banten di sela-sela melayani pembeli, Selasa (20/8).

Di depan ruko, Udin menjajakan cabai, bawang, tomat, dan sejumlah sayur mayur. Ia mengaku sudah mendapatkan izin dari pemilik ruko, kemudian, area yang ia tempati pun bukan bagian dari jalan akses masuk, tapi area milik ruko.

Ia berharap pemerintah mau memberikan izin untuk tetap berjalan di tempat tersebut, karena ia menilai aktivitasnya tidak mengganggu masyarakat yang akan masuk menuju pasar. “Kalau mah di jalan pak ia saja, ini kan masih bagian lahan ruko, yang punyanya aja ngizinin,” tuturnya.

Pantauan Radar Banten, kondisi hanggar sendiri sangat sepi, meja-meja yang terbuat dari semen dan keramik berukuran sekira satu setengah meter per lapaknya terlihat kosong. Hanggar pun terlihat kumuh.

Dari sejumlah meja, hanya diisi oleh satu pedagang kelontong yang berada di bagian paling depan hanggar, dan satu pedagang yang menjajakan kopi, gorengan, dan makanan di bagian samping hanggar.

Saunah, mengaku sudah tiga tahun berjualan kopi dan gorengan di hanggar itu. Menurutnya sejak dulu tidak ada pedagang, khususnya pedagang sayur mayur dan bumbu dapur, yang mau berjualan di hanggar itu.

Pertimbangannya, adalah ukuran lapak yang sangat kecil, dan dinilai para pedagang tidak strategis untuk berjualan. “Emang sempit banget pak. Saya aja pakai empat lapak ini,” ujar Saunah.

Saunah sendiri menempati lapak itu dengan menyewa pada orang lain. Sebulan ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp400 ribu sebagai uang sewa dan listrik kepada orang lain yang bukan bagian dari Disperindag atau UPT Pasar Kranggot.

“Katanya sih sekarang mah, yang dulu dapet nomor udah gak berlaku, semuanya baru lagi, gak tau nih nanti kena biaya sewanya berapa,” papar Saunah.

Saunah sendiri setiap hari melayani pesanan para pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan dan lokasi lain di luar hanggar. Ia bersyukur tetap ada yang membeli meski kondisi hanggar sangat sepi. (Bayu Mulyana)

Tags: Pasar Kranggot
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Daripada Cerai, Mending Berkerudung deh

Next Post

Warga Baros Indah Permai Protes Jalan Rusak

Next Post
Warga Baros Indah Permai Protes Jalan Rusak

Warga Baros Indah Permai Protes Jalan Rusak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Gunung Anak Krakatau Erupsi Berkali-kali, Dentuman Terdengar hingga Patia

Anak Krakatau Menguji Mental Kita

by Redaksi
Selasa, 8 September 2026 06:20
0

Penulis: Dr. Imam Ahmad Amin, M.Psi., Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Banten Ada sesuatu yang berbeda ketika Krakatau kembali bergemuruh....

Golkar Banten Bagikan Masker kepada Warga Terdekat Gunung Anak Krakatau

Golkar Banten Bagikan Masker kepada Warga Terdekat Gunung Anak Krakatau

by Abdul Rozak
Senin, 7 September 2026 22:20
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Partai Golkar Provinsi Banten turun tangan membantu masyarakat mengantisipasi dampak negatif abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.