TANGERANG – Desa Gempolsari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang mengandalkan usaha home industri sebagai potensi unggulan dalam meningkatkan ekonomi desa. Home industri yang dimaksud di antaranya usaha kaos kaki, keset, hingga konveksi.
Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Gempolsari Ahmad Bo’an mengatakan, seluruh usaha tersebut sudah berjalan lama. Salah satunya usaha konveksi yang ada di Kampung Gempol Sari RT 03 RW 01. Sedangkan usaha kaos kaki milik warga di Kampung Bulak Entin yang diproduk sendiri dan dijual sendiri. “Adanya home industri tersebut tentu bisa membantu meningkatkan penghasilan warga dan ekonomi desa, sekaligus menyerap tenaga kerja dan memberdayakan masyarakat,” katanya di kantor desa, Selasa (8/10).
Selain dibidang usaha, potensi pertanian juga dimiliki desa yang berpenduduk 13.982 jiwa tersebut. Dimana melalui kelompok tani yang jumlah anggotanya mencapai 57 orang saat ini sedang fokus menanam sayuran seperti terong, kangkung, dan lainnya. “Kami punya kelompok tani yang sudah menembus tingkat nasional. Bahkan sering menjadi pembicara dalam sosialisasi atau penyuluhan baik tingkat kecamatan dan nasional,” ungkap mantan Sekretaris Desa Jatimulya itu.
Untuk itu Bo’an berharap, berbagai potensi yang ada tersebut bisa dirangkul menjadi unit usaha di badan usaha milik desa (Bumdes). Hal itu diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi agar semakin berkembang.
Pengusaha kaos kaki Yasroh (42) mengaku, usaha yang dijalani sudah berjalan 15 tahun. Sementara hasil produksinya dikirim ke Jakarta. Dia mengaku saat ini telah memiliki lima karyawan yang merupakan warga sekitar dan lima mesin produksi manual maupun otomatis. Bahkan usahanya tersebut kini terus didukung Pemerintah Desa Gempolsari sehingga bisa terus berkembang dan banyak menyerap tenaga kerja. “Semoga usaha ke depan lebih berkembang, dan pasarnya pun semakin meluas,” pungkasnya. (pem/rb/adm)









