CIKEUSAL – Peserta Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 tak hanya dibagi dalam dua kelompok. Penilaiannya pun berbeda. Khusus lingkungan rukun warga (RW) kategori berkembang, ada kategori penilaian untuk lingkungan dengan pengelolaan sampah terbaik.
Diketahui, peserta LKBA 2020 adalah semua RW di Kabupaten Serang. Ada 1.511 RW. Pihak panitia membaginya dalam kategori pemula dan berkembang. Kategori pemula adalah lingkungan RW yang belum pernah mengikuti LKBA 2019 dan lingkungan RW yang pernah mengikuti LKBA 2019, tapi poin nilainya 1.000 ke bawah. Kategori berkembang, lingkungan RW yang pernah mengikuti LKBA 2019 dengan poin nilai di atas 1.000.
“Kategori berkembang, dari sisi jumlah pemenang lebih sedikit. Ada kategori baru, pengelolaan sampah terbaik. Hanya masuk di kategori berkembang,” tegas Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi memaparkan dalam Sosialisasi dan Workshop LKBA Kabupaten Serang 2020 di aula kantor Kecamatan Cikeusal, Jumat (31/1). Kegiatan kesembilan ini disampaikan kepada unsur peserta lomba di wilayah Kecamatan Cikeusal. Antara lain, kepala desa, ketua RW, unsur kepolisian dan TNI, serta karang taruna.
Ada tiga komponen penilaian untuk pengelolaan sampah terbaik. Pertama, tempat pembuangan sampah terpilah. Hal itu, menurut Mashudi, harus menjadi perhatian dari pihak desa yang memiliki RW dengan kategori berkembang. Sebab, 40 tim juri yang akan diterjunkan akan menilai secara langsung. Penilaian terbuka maupun tertutup.
“Sudah terpilah dengan baik atau belum antara sampah organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun. Dengan menyediakan tiga kotak sampah sesuai dengan jenisnya,” jelasnya.
Komponen kedua, tempat penampungan sampah sementara. Hal itu menjadi penilaian karena sampah yang dikelola dengan baik akan menguntungkan masyarakat.
Komponen terakhir adalah bank sampah.
“Bank sampah bisa dimanfaatkan menjadi tambahan dana untuk keperluan yang ada di desa. Pada dasarnya, semua ini saling terkait,” kata Mashudi.
Lebih lanjut, Mashudi menjelaskan, unsur dasar penilaian kebersihan dan keamanan tidak bisa dipisahkan. Keduanya bersamaan dan beriringan dalam LKBA. “Penilaian akan digabung antara kampung bersih dengan kampung aman. Tidak dapat dipisahkan,” tandasnya.

Kasi Organisasi Sosial Masyarakat (Orsosmas) Polda Banten AKBP Alimuda Pulungan menegaskan, poskamling tiap RW dan RT sangat penting. Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) juga mesti diaktifkan.
“Kampung yang aman itu, tak ada tindakan pidana seperti tawuran, peredaran narkoba dan miras, hingga kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya.
Sekretaris DPMD Kabupaten Serang Ratna Ningsih berharap, peserta Sosialisasi dan Workshop LKBA dari Kecamatan Cikeusal bisa memahami kategori dan komponen penilaian lomba. Sehingga, bisa bersaing dengan peserta lomba dari kecamatan lain. Pemerintah desa, perangkat lingkungan, dan masyarakat juga diimbau untuk semangat mengikuti kegiatan guna menyukseskan lomba.
“Bukan hanya saat penilaian, tapi untuk seterusnya agar menjadi kebiasaan dengan kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Ratna pun mencontohkan proses penanaman pohon atau tanaman hias yang ditanam langsung oleh masyarakat, bukan dengan membeli pohon yang sudah besar. “Diutamakan adalah sifat gotong royong masyarakat yang mau berpartisipasi membayar iuran, bukan hanya mengandalkan anggaran dari kepala desa,” katanya.
Camat Cikeusal Iman Saiman menilai, kategori perlombaan untuk tahun ini sangat bagus. Makanya, ia mengaku akan mengadakan sosialisasi lagi kepada masyarakat.
“Mudahan-mudahan dengan LKBA 2020 ini, bukan hanya mengharapkan juara. Tetapi, semangat gotong royong di masyarakat itu tumbuh kembali,” harapnya.
“Mengenai pengelolaan sampah, Desa Sukaratu dan Cikeusal sudah masuk kategori desa berkembang. Walaupun Desa Cikeusal tidak masuk nominasi, tapi sudah memiliki pengolahan sampah,” sambung Saiman.
Pada bagian akhir, Kapolsek Cikeusal AKP Mulyanto mengaku, merasa terbantu dengan program yang turut meningkatkan keamanan kampung. Dengan program seperti LKBA, lingkungan yang aman akan tercipta.
“Tentunya melalui bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak dari masyarakat yang berada di desa, sangat berperan aktif berkomunikasi dengan babinsa dan kepala desa untuk menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Mulyanto. (fdr-dylan zetizen/don/ira)








