Oleh karenanya, lanjut Ati, meski bidang pariwisata dan kegiatan ekonomi dibuka untuk dilakukan pemulihan namun tetap harus disiplin protokol kesehatan (prokes). Ia juga meminta kepada kabupaten/kota untuk selalu tetap waspada.
Meski kasus melandai, ia sudah memerintahkan kepala Dinkes kabupaten/kota dan rumah sakit di banten tetap harus menyediakan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Begitu juga dengan ruang rawat inap di RSUD Banten.
Selain itu, lanjutnya, antisipasi juga terus dilakukan pada kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) siswa. Pihaknya terus melakukan screening agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Dinkes juga terus secara masif melakukan vaksinasi.
Berdasarkan data dari Instagram Dinkes Banten di @dinkes_provbanten pada 16 Oktober 2021 total telah terjadi 131.948 kasus konfirmasi Covid-19. Angka itu naik 28 kasus dari hari sebelumnya. Adapun rinciannya terdiri atas 546 masih dirawat, 128.723 sembuh, dan 2.679 meninggal.
Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau kepada masyarakat untuk bisa senantiasa bersama mencegah penyebaran Covid-19. Ia menyoroti saat ini dengan adanya penurunan kasus masyarakat cenderung menjadi abai dalam menerapkan prokes. (nna/air)












