Tak main-main memang, di galeri atau showroom-nya, terdapat 175 sepeda motor lawas. Unit yang terbanyak adalah kendaraan roda dua generasi 1970-an seperti Honda C70, Yamaha V75, hingga Suzuki V80. Jika pembeli tengah beruntung mampir pada saat yang tepat, tak jarang Totok juga punya koleksi langka seperti Suzuki TS atau Kawasaki Binter.
Menurut Totok, setiap bulan selalu ada saja unit yang terjual. Memang tak tentu jumlahnya, tetapi bisa dipastikan penjualan per bulan tak kurang dari 1–5 motor. Bahkan, pada saat tertentu, seperti sekitar November–Desember 2021, dia kebanjiran order dengan melepas 20 unit motor kepada beberapa konsumen.
”Pembeli di sini beragam. Tapi, kebanyakan adalah penghobi yang punya nostalgia khusus dengan motor-motor jadul. Tapi, ada juga pembeli anak muda yang ingin motor yang tampil beda,” bebernya.
Untuk satu motor jadul model bebek seperti Honda C70, Totok mematok harga bervariasi, Rp 4 juta–6 juta, bergantung kondisi. Beberapa model bebek jadul juga mampu menyentuh angka Rp 10 juta jika kondisinya sangat baik atau orisinalitasnya terjaga dengan baik. Untuk motor dengan kapasitas mesin lebih besar seperti Suzuki TS dan Kawasaki Binter Merzy, Totok dapat melepas paling mahal hingga Rp30 jutaan.
Mayoritas motor jadul yang terpajang di galeri milik Totok adalah motor dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Totok mengaku punya banyak relasi yang membantunya mencarikan stok kendaraan di daerah-daerah.












