SERANG – Dua sekolah di Kota Tangerang ditutup karena ditemukan kasus Covid-19. Keduanya yakni SMAN 7 Kota Tangerang dan SMAS Yuppentek 1 Tangerang.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani. “Ditutup selama dua pekan,” ungkap Tabrani, Senin (24/1).
Ia menerangkan, setelah pembelajaran tatap muka semester genap yang dimulai 2 Januari lalu, hari ini ditemukan adanya kasus Covid-19. Di SMAN 7 Kota Tangerang terdeteksi satu siswa terpapar. “Ada siswa yang suhu badannya panas tinggi, lalu dibawa ke ruang khusus isolasi. Setelah diantigen, ternyata reaktif,” ujarnya.
Kemudian, saat ditracing kembali, ada lagi dua siswa yang terpapar. Sehingga, terdapat tiga sekolah yang terpapar Covid-19. Selain siswa, ada satu guru juga yang terpapar. Namun setelah ditracing lagi, ternyata ada dua guru yang terpapar. “Tapi secara lisan, ada enam guru yang terpapar. Maka, sekolahnya ditutup,” tegas Tabrani.
Sedangkan di SMAS Yuppentek 1 Tangerang, awalnya hanya satu siswa yang terpapar. Setelah ditracing, ada satu lagi siswa yang terpapar Covid-19. Awalnya juga hanya satu guru yang terpapar, tapi berkembang menjadi tiga guru. “Maka, sekolah juga ditutup untuk sementara,” ujar mantan Kepala Dindikbud Kota Tangerang ini.
Dengan adanya kasus Covid-19 di dua sekolah itu, Tabrani meminta semua Kepala Cabang Dinas (KCD) Dindikbud Provinsi Banten untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan semua sekolah. Apabila ditemukan kasus, maka sekolah harus langsung ditutup untuk sementara. “Mudah-mudahan tidak berkembang. Namun, kami akan update terus hasil monitoring,” ungkap Tabrani. (Rostina)











