KRAMATWATU – Warga Kampung Dermayon, Desa Pamungkang, Kecamatan Kramatwatu, sejak Selasa (1/3) malam sudah mengungsi. Mereka mendirikan tenda dari bambu dan terpal di pinggir rel kereta. Namun warga mengaku tak bisa tidur lantaran ancaman binatang liar seperti ular dan kalajengking yang masuk ke rumah.
Salah satu pengungsi Aming mengatakan, ia dan warga lainnya memilih menngungsi ke pinggir rel kereta lantaran kondisinya lebih tinggi dan bisa memantau rumah dari dekat.
“Di tenda juga kami enggak nyaman, banyak kalajengking dan ular,” kata Aming kepada Radar Banten, Rabu (2/3).
Dijelaskan Aming, dengan kondisi areal persawahan terendam banjir, banyak ular tanah yang keluar sarang dan masuk ke permukiman hingga ke tempat pengungsian.
“Kalau malam tuh yang tidur cuma istri dan anak-anak, kami berjaga takut ada ular,” jelasnya.
Aming menuturkan, mereka kekurangan pakaian layak pakai, makanan sabun, alas tidur, selimut dan obat-obatan. (Daru)











